Empat Ladies Coyotes, Satu Ladies Galaxy, Positif Narkoba – Berita Kota Kendari
Headline

Empat Ladies Coyotes, Satu Ladies Galaxy, Positif Narkoba

RUDY/BERITA KOTA KENDARI ANTARA THM DAN NARKOBA. Para ladies Galaxy diperiksa oleh aparat BNNP dan Polda Sultra, saat razia gabungan di Wisma Galaxy, Jl Malik Raya 2, Kelurahan Korumba, Kamis (9/9) kemarin. Gambar kedua memperlihatkan aparat memeriksa penghuni Wisma Coyotes, di Lorong Mawar, Jl Saranani.

RUDY/BERITA KOTA KENDARI
ANTARA THM DAN NARKOBA. Para ladies Galaxy diperiksa oleh aparat BNNP dan Polda Sultra, saat razia gabungan di Wisma Galaxy, Jl Malik Raya 2, Kelurahan Korumba, Kamis (9/9) kemarin. Gambar kedua memperlihatkan aparat memeriksa penghuni Wisma Coyotes, di Lorong Mawar, Jl Saranani.

KENDARI, BKK –
Razia yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara, ternyata masih berlanjut. Kamis pagi (9/9) kemarin, BNNP bersama aparat Polda Sultra menyasar kos-kosan yang dihuni oleh para pekerja Tempat Hiburan Malam.

Kedatangan aparat gabungan dari BNNP dan Polda Sultra secara tiba-tiba ini pun membuat para penghuni kos-kosan yang kebanyakan gadis muda itu, tak berkutik.
Kos-kosan paling pertama disambangi adalah Emiran House, yang berlokasi di Jl Pasaeno, Kecamatan Mandonga. Aparat tiba di hunian sewa mewah ini sekitar pukul 09.00.
Karena para penghuninya rata-rata masih tidur, para aparat pun disebar untuk mengetuk pintu kamar. Sebagian besar penghuni kos-kosan elit ini pun tampak terkejut melihat ada rombongan aparat dengan baju bertulis BNN serta aparat kepolisian. Apalagi, Polda Sultra juga menurunkan anjing pelacaknya, K-9.
Setelah para penghuni kos bangun, mereka kemudian dikumpulkan dan disampaikan mengenai tujuan razia itu. Ada sembilan orang yang kemudian diminta buang air kecil. Mereka diawasi secara ketat oleh petugas. Penghuni perempuan diawasi petugas perempuan, penghuni pria diawasi oleh petugas pria.
Tes cepat yang dilakukan BNN pun menemukan satu diantara sembilan orang ini, urinenya positif mengandung zat adiktif. Polisi kemudian mengarahkan anjing K-9 untuk memeriksa kamar pria tersebut. Walhasil, polisi menemukan satu buah bong atau alat hisap sabusabu.
Pria muda yang tidak disebutkan identitasnya itu kemudian diamankan oleh petugas. Sementara penghuni kos lainnya dipersilahkan melanjutkan aktivitasnya.
Dari Emiran House, aparat gabungan yang dipimpin langsung Kepala BNNP Sultra, Kombes Pol Fauzan ini bergerak ke Wisma Coyotes, yang berlokasi di Lorong Mawar, Jl Saranani. Mereka tiba sekitar pukul 10.00.
Saat itu, para penghuni wisma yang rata-rata pekerja klub malam Coyotes itu juga masih terlelap. Maklum, mereka rata-rata beraktivitas mulai malam sampai menjelang subuh.
Prosedur pemeriksaan pun dilakukan sama dengan penghuni di Emiran House. Namun di sini, jumlah yang diperiksa jauh lebih banyak, ada 29 orang.
Dari hasil pemeriksaan urine, ada lima orang yang urinenya mengandung zat adiktif. Empat perempuan yang semuanya ladies Coyotes, dan satu pria. BNNP Sultra menduga lima orang ini kemungkinan telah mengkonsumsi sabusabu, ganja atau obat keras (daftar G).
Kamar mereka pun digeledah oleh aparat yang dibantu dengan anjing K-9. Dari situ petugas menemukan potongan pipet serta saset plastik bening yang diduga alat sabusabu. Namun untuk memastikannya, kedua barang bukti itu akan diteliti lebih lanjut.
Setelah menjalankan tugasnya sekitar 45 menit di Wisma Coyotes, aparat kembali bergerak. Kali ini yang dituju adalah Wisma Galaxy yang berlokasi di Jl Malik Raya 2, Kelurahan Korumba.
Tiba sekitar pukul 11.00, para penghuni wisma ini juga masih tidur. Namun sebelum tim masuk, sempat terjadi insiden lantaran seorang pria yang sepertinya kepala keamanan setempat, menanyakan surat tugas razia itu.
Pria ini pun langsung dihadapi oleh Kombes Pol Fauzan. Fauzan kemudian memperlihatkan surat tugas yang dimintanya. Setelah membaca dengan seksama, pria ini masih sempat menanyakan, mengapa Wisma Coyotes tidak disebutkan dalam surat.
“Kami memang tidak menyebut semua alamat yang mau dirazia untuk menghindari kebocoran (informasi),” kata Fauzan dengan tegas.
Setelah tak lagi dipermasalahkan, para petugas BNN dan Polda Sultra pun langsung masuk dan menyebar. Tiba sekitar pukul 11.00, para penghuni wisma juga belum bangun.
Mereka pun kemudian dibangunkan dan diminta berkumpul di sebuah tempat untuk diambil urinenya. Ada sebanyak 22 perempuan muda yang diambil urinenya. Semuanya diketahui sebagai ladies Galaxy.
Di sini, salah satu dari 22 perempuan muda itu, urinenya positif mengandung zat adiktif. Namun hasil penggeledahan yang dilakukan petugas nihil. Tak ada barang bukti.
Wisma Galaxy merupakan lokasi terakhir yang dirazia oleh petugas. Setelah itu, petugas langsung menuju ke Kantor BNN Provinsi Sultra, bersama para ladies yang urinenya positif mengandung zat adiktif tadi.
Dengan demikian, razia sepanjang Kamis pagi hingga siang itu berhasil menjaring tujuh orang yang urinenya positif narkoba, terdiri atas lima perempuan dan dua orang pria. Seluruh lima perempuan ini bekerja sebagai ladies di Coyotes dan Galaxy.

Pantauan jurnalis Berita Kota Kendari, seluruh yang kedapatan terbukti positif menggunakan narkoba langsung digelandang ke kantor BNNP Sultra untuk ditindak lanjuti asal muasal barang haram yang mereka gunakan. Dari Razia kali ini BNNP Sultra mengamankan sedikitnya tujuh orang yang positif menggunakan narkoba yang terdiri dari dua laki-laki dan lima perempuan yang bekerja sebagai ladies THM di Coyotes (empat orang) dan Galaxi (satu orang).
Kombes Pol Fauzan mengatakan, razia ini merupakan program rutin yang akan terus dilakukan. “Sasaran kita kali ini adalah kos-kosan dan wisma, karena itu juga merupakang kantung peredaran narkoba,” kata Fauzan.
Adapun mereka yang urinenya positif mengandung zat adiktif, akan diperiksa. Aparat akan menggali informasi asal serta jaringan dari barang haram yang mereka dapatkan itu.
Sayangnya, BNNP Sultra masih enggan mengungkapkan identitas ketujuh orang ini. “Jangan dulu ya. Mereka ini kemungkinan hanya pemakai,” tandasnya.
Terpisah, General Manager (GM) Coyotes, Arifan menyatakan sangat prihatin dengan adanya ladies Coyotes yang terjaring dalam razia tersebut. Arifan mengaku sama sekali tidak menyangka jika ada pekerjanya yang mengkonsumsi narkoba.
“Kami selalu melakukan pengawasan terhadap ladies yang bekerja di sini (Coyotes red). Tapi mereka itu (yang terjaring razia) rata-rata pekerja baru di Coyotes, yang didatangkan dari luar daerah,” jelasnya.
Arifan menegaskan, saat dalam training, mereka selalu diingatkan agar jangan terlibat dalam penggunaan narkotika. “Dalam kontrak aturan di Coyotes itu ada lima lembar, yang di antaranya merupakan larangan keras mengkonsumsi narkoba,” katanya.
Dalam klausul kontrak kerja itu, lanjut Arifan, para pekerja yang terbukti mengkonsumsi narkotika akan langsung diberhentikan. “Ya, kita harus ikuti aturan. Jika memang seperti ini, maka kami akan langsung memberhentikan mereka,” tegasnya. (p5/aha)

Click to comment
To Top