352 KK Dapat Bantuan Perumahan – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

352 KK Dapat Bantuan Perumahan

Bupati Kolaka H Ahmad Safei menyerahkan secara simbolis buku tabungan bantuan perumahan pada masyarakat berpenghasilan rendah. (Foto: Armin/BKK)

Bupati Kolaka H Ahmad Safei menyerahkan secara simbolis buku tabungan bantuan perumahan pada masyarakat berpenghasilan rendah. (Foto: Armin/BKK)

KOLAKA, BKK – Sebanyak 352 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Pomalaa dan Tanggetada dapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Jumat (9/9) di Kantor Desa Pelambua. Penyerahan dilakukan Bupati Kolaka, H Ahmad Safei.

Bantuan buku tabungan untuk dana BSPS MBR ini merupakan kerjasama Pemkab Kolaka dengan Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Untuk Kecamatan Pomalaa, di Desa Hukohuko mendapat 69 unit, Dawidawi 38 unit, Okooko 47 unit, dan Pelambua 50 unit. Kecamatan Tanggetada berada di desa Petudua 42 unit, Lamedai 55 unit, dan Anaiwoi 51 unit.

Menurut ‎Baso Amir dari Kementerian PUPR, kegiatan ini dimaksudkan sebagai aktualisasi program peningkatan kualitas rumah swadaya pada Satuan Kerja (Satker) nonvertikal dengan tujuan memberikan dana stimulan kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan tinggal di rumah tidak layak huni. Mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas rumahnya dari tidak layak huni menjadi layak huni.

Beradasarkan SK Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, target peningkatan kualitas perumahan di Provinsi Sultra sebanyak 2.000 unit rumah. Total anggaran Rp 30 miliar, tersebar pada 9 kabupaten/kota, 18 kecamatan dan 54 desa/kelurahan. “Untuk Kabupaten Kolaka kebagian 352 unit rumah yang berada di Kecamatan Pomalaa dan Tanggetada,” kata Amir Baso.

Bupati Kolaka H Ahmad Safei berharap dana BSPS ini hendaknya dimanfaatkan dengan baik untuk membangun rumah. Bukan sebaliknya digunakan tidak pada peruntukannya, apalagi dana itu langsung masuk di rekening masing-masing penerima dana BSPS.

Kepada masyarakat yang belum kebagian, Safei berharap supaya bersabar karena masih ada tahun selanjutnya. Bukan sebaliknya muncul kecemburuan dan iri hati, sebab jika itu terjadi tidak akan jalan pembangunan.

“Jangan muncul berita salah yang dibawa-bawa. Tapi hendaknya berdoa supaya tahun depan bisa dapat bagi yang belum dapat,” harapnya.

Untuk menjaga dana ini disalah gunakan, pihak Pemda Kolaka membentuk tim yang akan mengawasi. 15 hari dari sekarang dana itu sudah dicairkan, kemudian progres dalam 30 hari sudah beli bahan dan pekerjaannya sudah 60 persen. Untuk itulah dana ini harus digunakan sesuai peruntukannya. (cr3)

To Top