SMKN 2 Kendari Kekurangan 22 Tenaga Pengajar – Berita Kota Kendari
Pendidikan

SMKN 2 Kendari Kekurangan 22 Tenaga Pengajar

Kasmin Tatoe

Kasmin Tatoe

KENDARI,BKK– Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kendari kekurangan 22 orang tenaga pengajar (guru) untuk menangani siswanya yang berjumlah kurang lebih 1.400 orang.

Wakil kepala sekolah (Wakasek) SMKN 2 Kendari Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Kasmin Tatoe mengatakan, kekurangan guru di SMKN 2 Kendari telah berlangsung selama dua tahun terakhir.

“Guru BK yang paling kurang, yang seharusnya berjumlah delapan orang, namun saat ini kami hanya memiliki tiga orang guru saja dan guru mata pelajaran IPA yang sama sekali tidak memiliki guru yang seharusnya kami memiliki empat orang guru,” ucap Kasmin pada jurnalis Harian Berita Kota Kendari (BKK) di meja kerjanya, Kamis (8/9).

Dirincikannya, mata pelajaran (Mapel) Komputer kekurangan guru sebanyak tiga orang yang seharusnya memiliki empat orang guru. Kemudian mapel teknik otomotif kendaraan ringan juga kekurangan tiga orang guru yang seharusnya memiliki tuju orang guru.

Demikian halnya mapel teknik gambar bangunan, teknik otomotif sepeda motor dan teknik pemesinan, masing-masing kekurangan dua tenaga pengajar, serta mapel seni budaya kekurangan satu orang.

“Terkait kekurangn guru ini, kami telah mengrimkan surat ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari,” ujarnya.

Salah satu guru mapel teknik otomotif kendaraan ringan SMKN 2 Kendari Robert, mengaku berat mengajar meskipun masih memiliki rekan tiga orang guru lainnya.

“Biasa prakteknya tabrakan dengan kelas lain jadi saya harus satukan di ruang praktek dan saya kesulitan untuk mengontrol mereka yang seharusnya mengajar satu kelas, kini menjadi dua kelas,” ujar Robert

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Dikbud Kendari Makmur mengaku telah menerima surat terkait kekurangan guru di SMKN 2 tersebut. Namun, untuk dilakukan penambahan tentu harus menunggu terbukanya penerimaan tenaga guru dari pemerintah pusat.

“Kita tau bersama bahwa sekarang belum ada penerimaan guru. Kalau itu terbuka pasti kita akan usulkan,” terang Makmur. (p8/c/nur)

 

Click to comment
To Top