Polda Masih Tunggu Audit BPKP – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polda Masih Tunggu Audit BPKP

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan untuk proyek bibit di Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Konawe Utara. Kasibdit PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfie Kumaseh menerangkan telah merampungkan pemeriksaan terhadap saksi.
“Yang kita tunggu sekarang hasil audit BPKP. Kalau sudah ada hasilnya, baru kita menentukan langkah selanjutnya. Apakah akan ada yang langsung ditetapkan sebagai tersangka (tambahan), itu tergantung nanti dari hasil audit,” kata Kompol Dolfie.
Menurut Dolfie, BPKP Sultra sendiri pernah menjanjikan akan menyerahkan hasil auditnya setelah Idul Fitri. Namun kenyataannya, audit itu belum juga sampai ke meja bagian Tipikor Polda Sultra.
“Jadi, kita melihat BPKP Sultra ini seperti mengulur-ulur waktu. Padahal kita di sini sudah siap melanjutkan,” kata Dolfie.
Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan Kadishut Konut Amiruddin Supu dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Muhammadu, sebagai tersangka. Amirudin Supu diduga melakukan korupsi pengadaan fiktif bibit jati, eboni, dan bayam pada 2015, dengan total anggaran lebih dari Rp 1,1 miliar.
Dugaan korupsi itu muncul setelah BPKP Sultra melakukan ekspose dan menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp 700 juta pada proyek bibit tersebut. Penemuan itu diketahui setelah terdapat perbedaan besaran anggaran dalam kontrak dan daftar pagu anggaran (DPA).
“Jadi dalam kontrak tertera anggaran sebesar Rp 879 juta, sementara dalam DPA berjumlah Rp 1,176 miliar. Sisa dari itu selisi anggaran dalam kontrak dan DPA itulah yang diduga diselewengkan.,” ungkapnya.
Untuk pengadaan bayam, jelas sudah diduga kuat fiktif. Pasalnya, harusnya yang diadakan Eboni dan Bayam masing-masing sebanyak 2.750 pohon bibit. Namun, kenyataannya hanya diadakan bibit Eboni sebanyak 2.750 pohon. Bibit Bayam tidak lagi diadakan, sehingga dianggap fiktif.     Sementara bibit jati yang seharusnya diserahkan dan dinikmati masyarakat, malah ditanam pada tiga lahan milik pejabat Konut. (p4/c/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top