Pendidikan

Gagasan Mendikbud Liburkan Sekolah Sabtu dan Minggu Dinilai Memberatkan Guru

Makmur

Makmur

KENDARI,BKK– Gagasan Menteri Pendidikan Nasional (Mendikbud) Muhadjir Effendy untuk menjadikan Sabtu dan Minggu sebagai hari sekolah dengan alasan untuk lebih mendekatkan orangtua siswa dan anaknya, menuai kritikan dari beberapa Kepala Sekolah (Kasek) di Kota Kendari.

Salah satunya Kasek Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Mandonga, Rabiuhani mengatakan, gagasan tersebut dinilai memberatkan guru-guru yang mengajar. Terutama bagi guru-guru sertifikasi karena jam mengajarnya secara otomatis berkurang.

“Sebenarnya kami belum mendengar gagasan itu, namun jika memang diberlakukan gagasan tadi, kami rasa gagasan ini memberatkan kami guru-guru karena jam pelajaran pada hari Senin sampai Jumat pasti bertambah untuk menutupi jam pelajaran pada hari Sabtu yang dijadikan hari libur tadi,” jelas Rabiuhani saat ditemui di SDN 11 Mandonga, Kamis (8/9).

Lanjut Rabiuhani, guru-guru SD menurutnya memiliki tangung jawab yang sangat besar dibanding dengan guru-guru pada tingkat SMP maupun SMA karena murid SD lebih sulit diatur ketimbang pelajar SMP dan siswa SMA.

Hal senada juga diungkapkan Kasek Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 12 Kendari Muhammad Saleh. Menurutnya, target kurikulum tidak akan tercapai dan proses belajar mengajar bagi guru-guru sertifikasi tidak akan berjalan efektif.

Namun demikian, keputusannya tergantung mendikbud. Bila gagasan itu disahkan menjadi peraturan menteri maka semua sekolah harus mamatuhinya.

Sementara Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari Makmur mengatakan, pihaknya sampai hari ini belum mengetahui gagasan hari libur tersebut. Namun, bila akan disahkan maka pihaknya akan menindak lanjuti dengan turun ke sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan peraturan Mendikbud itu.

“Kalau berlangsung lima hari sekolah saya rasa perlu dikaji kembali tapi inikan baru sebatas wacana saja belum disahkan,” pungkas Makmur. (p8/c/nur)

To Top