Dua WNA China Coba Gertak Petugas, Ternyata Tak Punya Paspor – Berita Kota Kendari
Headline

Dua WNA China Coba Gertak Petugas, Ternyata Tak Punya Paspor

RUDY/BERITA KOTA KENDARI DIDEPORTASI DAN DICEKAL. Dua WNA asal China, Song Qianjin dan Ma Guohua, yang baru saja tiba di Kendari, Kamis (8/9), langsung dideportasi oleh Imigrasi Klas I Kendari karena tidak memiliki paspor.

RUDY/BERITA KOTA KENDARI
DIDEPORTASI DAN DICEKAL. Dua WNA asal China, Song Qianjin dan Ma Guohua, yang baru saja tiba di Kendari, Kamis (8/9), langsung dideportasi oleh Imigrasi Klas I Kendari karena tidak memiliki paspor.

KENDARI, BKK – Arus kedatangan Warga Negara Asing asal China ke Sulawesi Tenggara terus dipantau oleh aparat Kantor Imigrasi Klas I Kendari. Kamis (8/9), petugas pun melakukan pemeriksaan mendadak kepada rombongan WNA yang baru saja keluar dari Bandara Haluoleo, Kendari.
Dalam peristiwa itu, ada insiden menarik, ketika dua WNA asal China, tiba-tiba saja berusaha menghindari pemeriksaan petugas. Saat didatangi, mereka justru menampakkan rasa tidak senang.
“Kita periksa saat mereka kumpul di parkiran mobil. Ada dua WNA yang kayak berlagak mau melawan. Bahkan sudah membentak petugas. Ternyata mereka tidak punya paspor. Jadi langsung kita amankan mereka,” kata Kepala Sub Seksi Penindakan Keimigrasian Kendari, Rusfian Efendi, kepada Berita Kota Kendari.
Dua pria muda itu pun langsung dibawa ke dalam bandara. Masing-masing bernama Song Qianjin dan Ma Guohua. Dari hasil interogasi, Song dan Ma memang tidak bisa memperlihatkan paspornya.
“Mereka telah melanggar Pasal 122 huruf (a) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian,” jelasnya.
Tak tanggung-tanggung, pihak keimigrasian pun langsung memutuskan untuk mengusir mereka dari Indonesia. Bukan cuma itu, mereka juga dikenakan pencekalan masuk kembali ke wilayah Indonesia.
“Kita deportasi dan cekal kedatangannya. Tiketnya langsung dipesan hari itu juga. Besok mereka sudah kita terbangkan keluar dari Bandara Haluoleo,” tegas Rusfian.

Dia mengakui Imigrasi memperketat pengawasan karena semakin tingginya arus kedatangan WNA asal China yang masuk ke Sultra belakangan ini. Dikhawatirkan ada dari mereka yang datang hanya dengan izin wisata, tetapi malah datang untuk bekerja.
“Pengawasan rutin ini menjadi tugas pokok kami untuk mengantisipasi membludaknya jumlah WNA yang berdatangan di Kota Kendari tanpa memiliki dokumen keimigrasian yang jelas,” tambahnya.

Dengan pendeportasian terhadap kedua WNA asal China tersebut, itu berarti sudah ada tujuh WNA asal China yang dideportasi oleh Imigrasi Klas I Kendari. Namun lima lainnya dikenakan hukuman kurungan penjara sebelum dideportasi dan dicekal datang kembali ke Indonesia. (p5/c/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top