Belum Bisa Dipastikan Melawan Hukum – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Belum Bisa Dipastikan Melawan Hukum

KENDARI, BKK – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra telah meminta keterangan ahli untuk membuktikan adanya perbuatan melawan hukum dalam kasus pengadaan pompa air PDAM Baubau tahun anggaran 2010.
Setelah meminta keterangan ahli, kini jaksa akan kembali mengagendakan untuk melakukan pemeriksaan dengan cara meninjau langsung di lapangan untuk mengecek fisik mesin pompa air, pipa, dan penampung air pada PDAM Kota Baubau.
“Rencananya langsung meninjau ke lapangan,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati Sultra, Janes Mamangkey SH, yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/9).
Ia menambahkan, kasus ini menimbulkan kecurigaan karena pengadaannya dianggarkan sejak tahun 2010, tetapi realisasinya baru dilakukan pada 2015.

“Yang masalah di sini, memang ada pipa untuk penyaluran air bersih di PDAM Kota Baubau, tetapi pengadaannya tersebut memakai anggaran tahun 2015. Itu yang akan kami pastikan apakah itu termaksud perbuatan melawan hukum atau bukan,” tambah Janes.
Lanjutnya, saat ini pihaknya belum akan melakukan gelar perkara untuk menaikan status kasus tersebut. Pasalnya saat ini pihaknya sedang melakukan pengumpulan bukti-bukti.
“Kalau sudah lengkap datanya pasti akan dinaikkan, kalau memenuhi unsur perbuatan melawan hukum. Proyek ini dikerjakan oleh lima kontraktor yang berbeda-beda dan obyek pengadaannya berbeda pula,” lanjut Janes.
Untuk diketahui, proyek ini berada dalam kendali PDAM Kota Baubau yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2010 sebesar Rp 5 miliar di Kecamatan Betoambari Kota Baubau. (p5/c/aha)

Click to comment
To Top