Salat Id di Masjid Agung Jadi Perdebatan PHBI – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Salat Id di Masjid Agung Jadi Perdebatan PHBI

KOLAKA, BKK – Dibukanya Masjid Agung Khaerah Ummah Kolaka sebagai tempat salat Iduladha 1437 hijriyah, menjadi perdebatan Pengurus ‎Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Kolaka, Rabu (7/9) di aula kantor Kemenag Kolaka. Perdebatan ini terjadi karena selama ini pengelolaan hasil celengan di masjid Agung dilakukan panitia masjid, sementara yang seharusnya mengelolah adalah PHBI, apalagi pihak panitia Masjid Agung tidak pernah melaporkan hasil sumbangan kepada PHBI Kolaka.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kolaka H Agus Ramadhan mengungkapkan, sejarah dibukanya Masjid Agung sebagai tempat salat Id berawal ketika lapangan 19 November Kolaka yang selalu digunakan salat Id mengalami renovasi. Pada saat rapat PHBI diputuskan salat Id dipindahkan untuk sementara di Masjid Agung. Tapi dalam perjalanannya justru salat Id di Masjid Agung dipatenkan.

Pada shalat Idulfitri 1437 hijriyah, lapangan 19 November kembali digunakan, tapi belum ada rapat untuk mengembalikan salat Id di lapangan, sebab masih tetap dibuka di Masjid Agung. Padahal, kalau merujuk pada hadis Rasulullah, salat Id yang paling diutamakan adalah di lapangan. “Padahal sumber dana terbesar bagi PHBI ketika salat Id adalah masjid Agung,” kata Agus.

Senada Agus, Kasi Penais zakat dan wakaf Kemenag Kolaka yang juga sekretaris PHBI Kolaka H Syaifuddin Mustaming mengungkapkan, yang mengakomodasi Masjid Agung tempat salat Id adalah PHBI. Berdasarkan hasil perbincangan dengan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar, yang mengelolah salat Id di Masjid Istiqlal adalah PHBI.

Setelah mendapat masukan saran dari peserta rapat, ketua PHBI yang juga asisten I Setda Kolaka H M Ismail menyimpulkan, pelaksanaan salat Id tahun ini tetap dilaksanakan di Masjid Agung. Hal ini disebabkan Lapangan 19 November masih tahap renovasi. Adapun masjid yang tetap membuka salat Id untuk wilayah Kecamatan Kolaka dan Latambaga, diwajibkan menyetor 15 persen dari hasil sumbangan kepada PHBI Kolaka.

Kabag Kesra Pemkab Kolaka Hj Andi Wahidah mewakili Bupati mengungkapkan, saat ini di Kecamatan Kolaka dan Latambaga terdapat 48 masjid. ‎Bupati menginginkan supaya umat Islam salat Id pada satu tempat saja yakni lapangan eks Halo Sultra, demi persatuan umat Islam.

“Terkait hewan kurban, diharapkan bertambah tahun ini dan disalurkan sesuai peruntukannya, sebab sebelumnya ada laporan masyarakat miskin disuatu desa t‎idak dapat daging kurban, sementara ada tempat lain yang justru masyarakat doubel pembagian daging kurbannya,” kata Andi Wahidah. (cr3/b)

 

To Top