Jaksa belum Tetapkan Tersangka – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Jaksa belum Tetapkan Tersangka

KENDARI, BKK – Sampai saat ini, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan manipulasi data produksi emas PT Panca Logam Makmur (PLM). Jaksa masih fokus memeriksa para saksi.
Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi, termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PT PLM, Darwin.
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas), Janes Mamangkey SH mengatakan, saat ini pihaknya masih merampungkan pemeriksaan saksi dalam kasus yang diduga merugikan negara Rp 12 miliar itu.
“Masih memeriksa saksi-saksi,” kata Janes saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/9).
Janes mengakui belum ada tersangka karena proses pemeriksaan saksi belum selesai. Masih ada saksi tambahan yang perlu diperiksa. Selain itu, pihaknya masih membutuhkan sejumlah dokumen untuk memperkuat tuntutan jaksa nantinya.
“Belum ada tersangkanya, karena masih ada saksi yang belum kami periksa. Kami sudah layangkan surat panggilan tapi belum juga hadir sehingga kami layangkan kembali surat panggilan untuk dimintai keterangan,” tambah Janes.
Lanjutnya, saksi tambahan tersebut sangat dibutuhkan keterangannya karena memiliki jabatan penting dalam PT PLM yakni, mantan pimpinan PT PLM, Tommy Jingga, mantan biro administrasi, Fahlawi Mujur, mantan bagian keuangan dan mantan asisten direktur, Reza Fachreza dan Kepala Produksi emas PT PLM, Beni Pangestu.
“Keempatnya ini sangat dibutuhkan keterangannya, karena mereka memiliki jabatan startesgis di PT PLM,” katanya.
Jika mereka tidak memenuhi panggilan penyidik, maka dipastikan jaksa akan melakukan pemanggilan paksa.

Diketahui, PT PLM diduga telah memanipulasi data produksi emasnya dari 2010 – 2011 yang membuat setoran royaltinya kepada negara tidak seperti seharusnya. Tak hanya itu, dari 2012 sampai 2015, PT PLM sama sekali tidak menyetor royalti ke kas negara. Akibat dua pelanggaran ini, negara dirugikan hingga Rp 21 miliar. (p5/c/aha)

Click to comment
To Top