Aktualita

Akhirnya, Polisi Limpahkan Berkas Bandar Narkoba di Muna

KENDARI, BKK – Setelah kurang lebih lima bulan mengendap di meja penyidik Kepolisian Resor (Polres) Kendari, penyidik Polres Kendari akhirnya melimpahkan berkas tersangka Rudi alias Yance yang merupakan bandar narkoba asal Kabupaten Muna, ke Kejaksaan Negeri Kendari.

Sebelumnya, berkas Yance mengendap di meja penyidik Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Kendari, sejak bandar besar asal Kabupaten Muna tersebut ditangkap dikamar kosnya di lorong Napabale, Kelurahan Kambu, pada Selasa (12/4) lalu.
Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Kendari, La Haja SH mengatakan, saat ini pihaknya telah menerima pelimpahan berkas tahap satu berkas tersangka bandar narkoba atas nama Yance.
“Iya kami sudah terima berkasnya dari penyidik Polres Kendari. Saat ini kami sedang teliti berkasnya. Jika masih ada kekurangan, maka kami akan kembalikan untuk dilengkapi,” kata la Haja saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/9).
Ia menambahkan, pihaknya tidak mengetahui mengapa berkas tahap satu bandar narkoba tersebut lama baru dilimpahkan ke Kejari Kendari. Padahal surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dari pihak Polres Kendari telah diterima sejak lima bulan yang lalu.
“Kami juga tidak tahu kenapa lama dikirim berkasnya. Tanya saja di Polres karena itu kewenangannya mereka. Intinya sekarang berkasnya sudah dilimpahkan di Kejari kendari,” tambah La Haja.
Terpisah, Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Kendari, Ajun Komisaris Kepala (AKP) Jumardin SH saat ditemui enggan berkomentar banyak saat ditanyai mengapa berkas tersebut baru dilimpahkan. “Sudah dilimpahkan berkasnya. Kenapa lama dilimpahkan saya tidak tahu, tanyakan saja sama penyidik lamanya,” ungkap Jumardin yang baru saja menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Kendari ini.
Saat ini, lanjut Jumardin, penahanan Yance telah ditangguhkan dengan syarat melakukan wajib lapor seminggu dua kali, yakni Senin dan Kamis. Wajib lapor itu telah dilaksanakan sejak bulan Agustus lalu.
Tersangka dikenakan wajib lapor karena masa penahanannya telah melampaui batas. Sayangnya, Yance sama sekali tidak melakukan wajib lapor.
“Penangguhannya sejak tanggal 8 Agustus lalu dan itu sesuai dengan prosedur. Tetapi sampai hari ini Yance sama sekali tidak melakukan wajib lapor,” jelasnya.
Diketahui, Yance merupakan bandar narkoba terbesar di Kabupaten Muna yang juga merupakan residivis dengan kasus yang sama. Yance dibekuk di kamar kosnya di lorong Napabale, Kelurahan Kambu, pada Selasa (12/4) lalu, sekitar pukul 13.00 Wita. Selain Yance, polisi juga mengamankan seorang wanita atas nama Tesya. Perempuan ini juga merupakan pemasok barang haram ke Kabupaten Muna.
Selain kedua orang tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti narkoba jenis sabu yang diketahui milik Yance seberat 10,002 gram serta barang bukti lain berupa satu timbangan digital, empat batang pipet, satu buah pipet sendok sabu, empat buah pecahan bong, korek api gas, pyreks, empat klip plastik bening, dan HP Nokia. (p5/b/aha)

To Top