Surunuddin Turunkan Tim Pemeriksa PLTS di Laonti – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Surunuddin Turunkan Tim Pemeriksa PLTS di Laonti

Rumah warga Desa Tambeanga yang ditinggalkan akibat longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

Rumah warga Desa Tambeanga yang ditinggalkan akibat longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

Andoolo, BKK – Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga langsung merespons laporan pengaduan masyarakat Desa Tambeanga, Kecamatan Laonti kepada Pemerintah Kabupaten Konsel atas penempatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Proyek ini dinilai ada kongkalikong yang dapat merugikan masyarakat.

Surunuddin membentuk dan menurunkan tim pemeriksa guna memastikan kebenaran atas aduan masyarakat yang menduga ada ‘permainan’ antara pihak kontraktor dan pemerintah desa sebelumnya. Tim yang telah dibentuk akan mengecek secara langsung ke Desa Tambeanga, tempat pembangunan PLTS yang posisinya berada di ketinggian dan rupanya juga sering terjadi longsor.

“Tim nantinya akan memastikan benar tidaknya pembangunan PLTS di ketinggian yang rawan longsor. Apabila itu terjadi, kami akan menanyakan apa alasan kepala desa sebelumnya membangunan PLTS di tempat itu,” jelasnya, Selasa(6/9).

Tidak hanya itu, lanjut dia, tim yang diturunkan juga akan memeriksa kebenaran atas laporan atas dibebankan masyarakat 100 ribu per Kepala Keluarga(KK) dan denda 500 ribu kepada masyarakat Tambeanga oleh mantan Plt Kades yang mengaku lahan tersebut miliknya.

“Berdasarkan laporan, sepengetahuan masyarakat katanya lahan itu telah dihibahkan untuk pembangunan PLTS, namun itu nanti kita pastikan kalau sudah ada hasil dari tim yang turun untuk memeriksa persoalan yang terjadi di sana,” jelasnya.

Surunuddin mengungkapkan, penentuan PLTS itu sebenarnya melalui koordinat yang dilakukan Kementerian ESDM. Oleh karena itu, kata dia, untuk melancarkan program tersebut secara maksimal, pemerintah desa dan kecamatan harus mencarikan solusi terbaik.

“Sebelumnya, saya pernah menginstruksikan kepada camat dan desa, agar kalau sudah ditentukan koordinatnya jangan lagi berpikir dengan berbagai macam alasan,” kata Surunuddin.

Dia menjelaskan, PLTS yang diberikan oleh pemerintah pusat tersebut memiliki nilai sangat besar sehingga pemerintah daerah sangat terbantu atas bantuan itu. “Saat ini, pemerintah daerah tengah bermohon lagi, untuk sembilan desa yang ada di Kecamatan Laonti yang belum dialiri listrik,” tambahnya.

Apabila Tambeanga tetap mempersoalkan lebih panjang lagi tentang pembangunan PLTS itu, maka itu dapat merugikan masyarakat desa itu sendiri. Surunuddin juga mengatakan, persoalan tanah hibah yang diklaim mantan Plt Kades tersebut, pihaknya dapat memberikan solusi dengan siap membayarkan ganti rugi lahan yang dimaksud. Terpenting, kata dia, program PLTS itu betul-betul turun ke masyarakat dan dapat dirasakan langsung kususnya masyarakat Tambeanga.

“Satu unit seperti itu harganya lumayan mahal, kontraknya empat buah Rp 15 miliar dan kita sangat terbantu, daripada pada malam hari gelap terus menerus, sayang kan? Jadi mari kita dukung program itu secara bersama-sama,” ujarnya.

Surunuddin berharap adanya tim yang bentuk dan langsung diturunkan di Desa Tambeanga dapat menjawab dan bisa menyelesaikan persoalan yang terjadi demi kepentingan masyarakat Tambeanga yang sudah sejak lama merasakan kegelapan yang berkepanjangan.(k8/c)

Click to comment
To Top