Suksesi

PPDP Harus Mengusai Tugasnya

Ketua KPU Kota Kendari, Hayani Imbu saat memberikan materi pada Bimtek PPDP yang berlangsung di Kelurahan Anduonohu dan Anggoeya. (Foto: IST)

Ketua KPU Kota Kendari, Hayani Imbu saat memberikan materi pada Bimtek PPDP yang berlangsung di Kelurahan Anduonohu dan Anggoeya. (Foto: IST)

KENDARI, BKK – Ketua KPU Kota Kendari Hayani Imbu mengharapkan, kepada Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) agar memahami dan mengusai betul tugas dan fungsinya, sehingga data yang diperoleh bisa valid.

Hal itu ditegaskan Hayani ketika memberikan materi pada bimbingan tekhnis (Bimtek) yang berlangsung secara maraton di Kelurahan Anduonohu dan Anggoeya Kecamatan Poasia, Minggu (4/9).

Hayani menyatakan, pendataan pemilih merupakan tahapan penting dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) karena belajar dari beberapa kejadian sebelumnya di daerah lain, munculnya gugatan akibat data pemilih yang tidak valid. Makanya dia mengajak seluruh PPDP di Kota Kendari benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik.

“Cukup di daerah lain saja yang bermasalah DPT-nya. Agar tidak bermasalah, mari kita melakukan pendataan secara teliti dan benar,” tegas Hayani yang biasa disapa Teo.

Dalam memberikan materinya kepada para peserta, Hayani menggunakan pola focus group discussion (FGD) atau per kelas di kelurahan atau gabungan kelurahan. Seperti yang terjadi dalam Bimtek di Kelurahan Anggoeya melibatkan PPDP dari Kelurahan Anggoeya dan Matabubu.

Dengan cara seperti ini nara sumber dan peserta bisa langsung berinteraksi dalam membahas materi secara fokus dan mendalam. Berbeda jika dilakukan secara serentak, para nara sumber cenderung hanya berceramah, dan peserta hanya menjadi pendengar.

“Kalau melalui FGD begini semua peserta aktif dan bisa langsung simulasi dalam melakukan coklit. Intinya peserta bisa langsung paham tata cara dalam melakukan pemutakhiran serta menyelesaikan persoalan yang muncul,” kata Teo.

Teo berharap anggota PPDP dapat melakukan pencocokan dan penelitian dengan teliti sehingga data yang dihasilkan valid. Rencananya jadwal coklit akan dimulai 8 September hingga 7oktober 2016.

Dalam melakukan coklit setiap anggota PPDP melakukan pendataan di empat rumah setiap harinya.

“Saya pikir kalau empat rumah setiap hari tidak berat. Hasil coklit yang dilakukan akan dijaidkan bahan dalam penyusunan daftar pemilih sementara (DPS),” ujar Teo. (lex)

To Top