Polsek Poasia Ungkap Jaringan Pencurian Meteran Listrik Prabayar – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polsek Poasia Ungkap Jaringan Pencurian Meteran Listrik Prabayar

ONO/BERITA KOTA KENDARI BARANG CURIAN.  Kapolsek Poasia Kompol Haeruddin didampingi Brigadir Rashit dan Bripka LM Farid SH memperlihatkan 13 meteran listrik prabayar hasil curian di Kantor Polsek Poasia, Senin (5/9).

ONO/BERITA KOTA KENDARI
BARANG CURIAN. Kapolsek Poasia Kompol Haeruddin didampingi Brigadir Rashit dan Bripka LM Farid SH memperlihatkan 13 meteran listrik prabayar hasil curian di Kantor Polsek Poasia, Senin (5/9).

KENDARI, BKK – Jajaran Polsek Poasia kini mengejar sejumlah orang yang diduga sebagai otak komplotan pencurian meteran listrik prabayar di Kota Kendari, setelah sebelumnya berhasil mengungkap jaringan komplotan yang aksinya sudah meresahkan masyarakat tersebut.

Kapolsek Poasia, Kompol Haeruddin S Sos mengatakan, aksi pencurian meteran listrik prabayar ini sudah terjadi sejak tahun lalu dan laporannya terus meningkat. “Kami sudah menerima sebanyak 23 laporan dari warga yang kehilangan meteran listriknya sejak 2015 lalu,” kata Kapolsek Poasia saat menggelar konferensi pers di Kantor Polsek Poasia, Senin (5/9).
Dalam proses penyelidikan, polisi menerima informasi bahwa ada oknum warga yang bisa menyediakan meteran listrik prabayar dengan mudah dan tanpa harus melalui daftar tunggu dari PLN. Informasi ini pun dikaitkan dengan maraknya pencurian meteran listrik, sehingga dibentuklah tim untuk menyelidikanya.
“Anggota kita kemudian menyamar sebagai pembeli meteran tersebut. Dari situlah kita bisa mengungkap kasus ini. Jebakan yang kita pasang itu manjur,” terang Haeruddin.
Pada Kamis (1/9) malam, polisi memeriksa seorang warga bernama AN (20) yang memiliki tiga meteran listrik prabayar. AN mengaku mendapatkan tiga meteran listrik prabayar itu dari USN dengan harga Rp 3 juta per unitnya.
AN awalnya tidak curiga karena USN meyakinkan dirinya sebagai pegawai PLN. Adapun tiga meteran listrik prabayar itu merupakan ‘barang tarikan’ dari warga yang menunggak pembayarannya.

AN mulai curiga karena USN tidak memberikan nomor registrasi baru kepada dirinya. Karena itu, AN pun mendatangi Kantor PT PLN Cabang Kendari untuk mengkonfirmasi apakah benar ada pegawai PLN dengan inisial USN. Ternyata, USN tak terdata dalam database pegawai PLN.
Kemudian, polisi bergerak menangkap dua remaja berinisial I dan MS yang selama ini dikenal AN sebagai pemasang meteran listrik prabayar dari USN. I dan MS pun diminta menunjukkan meteran-meteran listrik prabayar yang telah mereka pasang.
“Ada sepuluh yang sudah mereka pasang. Ditambah tiga dari AN, jadi semua barang bukti ada 13 unit,” kata Kapolsek Poasia sembari memperlihatkan seluruh meteran listrik prabayar hasil curian itu.
Kedua remaja ini pun mengakui hanya menjalankan perintah dari empat orang, yakni AD, IN, USN dan ML. “Kita lagi kejar mereka. Identitasnya sudah ada,” tambah Kapolsek.
Hanya saja, dari 13 meteran listrik prabayar itu, tak satu pun yang dipasang dalam wilayah hukum Polsek Poasia. Namun Kapolsek mengatakan, kasus ini sudah mendapatkan atensi khusus dari Kapolres Kendari, AKBP Sigid Haryadi, dan memerintahkan pihaknya untuk tetap melanjutkan penyelidikan.
“Kami mengimbau warga yang pernah kehilangan meteran listriknya supaya melapor ke kepolisian. Warga juga jangan mau percaya kalau ada oknum yang menawarkan meteran listrik tanpa harus mengantri di PLN. Karena itu pasti meteran ilegal,” kata Kapolsek Poasia. (p4/c/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top