Beranda

Penyalahgunaan DD 5 Kabupaten di Sultra Diadukan ke ORI

Aksah (Foto: Rudy/BKK)

Aksah (Foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK – Kantor Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menerima laporan dari lima kabupaten se Sulawesi Tenggara (Sultra) terkait pengelolaan Dana Desa (DD).

Kepala Ori perwakilan Sultra Aksah menyebutkan, lima kabupaten tersebut yakni Buton Utara (Butur), Muna, Konawe, Kolaka Utara (Kolut) dan Konawe Selatan (Konsel). Laporan yang diterimanya yakni penyalahgunaan DD oleh kepala desa (Kades)

“Empat kabupaten laporannya sudah masuk ke Ombudsman. Masih ada Kabupaten Kolut, tapi laporannya belum masuk. Kami mendapat perintah langsung dari Pimpinan Ombudsman RI untuk memeriksa pengelolaan dana desa di Kolut,” kata Aksah, Senin (5/9).

Dijelaskannya, sepanjang tahun 2016 sedikitnya telah masuk 10 laporan terkait penyalahgunaan DD di lima kabupaten itu. Modus yang dilakukan para kades pun bermacam-macam.

Pihaknya juga telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terkait laporan masyarakat tentang DD tersebut, meski beberapa belum ditindaklanjuti karena keterbatasan waktu.

“Di Desa Toli-Toli Kabupaten Konawe semua pihak sudah diperiksa. Tinggal Kadesnya yang sama sekali belum diperiksa karena saat dilakukan pemanggilan, dirinya tidak pernah hadir.untuk dimintai keterangan,” ungkapnya.

Dengan adanya laporan penyalahgunaan DD tersebut, Aksah mengkritik kinerja pendamping desa yang dinilai kurang faham terhadap tugas dan fungsinya. Kehadirannya yang direkrut langsung melalui kementrian desa, seharusnya dalam melakukan pendampingan mulai dari perencanaan hingga proses realisasi anggaran, agar tidak ada penyalahgunaan yang dilakukan kades.

“Jadi kalau masih terjadi penyimpangan anggaran, perlu dipertanyakan kredibilitasnya itu para pendaping desa. Pasalnya dari beberapa pendamping yang kami mintai keterangan, banyak sekali yang tidak paham apa-apa saja kinerja pendamping desa,” pungkasnya. (p5/c/nur)

To Top