Lingkar Sultra

Pemkab Butur Didesak Lebih Perhatikan Potensi Wisata

BURANGA, BKK- Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara (Butur) selama ini dianggap masih mengerdilkan potensi pariwisata yang tersebar di seluruh wilayah paling utara Pulau Buton ini. Padahal, jika diperhatikan secara serius, puluhan destinasi wisata yang didominasi tempat wisata alam itu, tak kalah bersaing juga dengan potensi-potensi pariwisata di daerah lainnya.

Demikian rilis sekretaris Lumbung Informasi Rakyat (LIRa) Butur, Muh Sairman Sahadia, Senin (5/9). “Bisa dibilang sangat jarang pemerintah daerah membicarakan soal potensi pariwisata kita. Justru masyarakat sendirilah yang lebih dominan memperkenalkan lewat media sosal dan lain sebagainnya,” kata Sairman.

Man –panggilan akrab Sairman, menginginkan Pemkab Butur memberikan perhatian serius terhadap segala potensi yang ada, khususnya lebih intens memperkenalkan di luar daerah atau skala nasional maupun skala internasional. “Kalau memperkenalkan Butur itu tentunya melalui pariwisata, kemudian didukung dengan potensi-potensi lainnya,” imbuh pria yang menjabat sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Butur ini.

Tentunya, selain promosi yang harus digenjarkan oleh pemerintah daerah, menurut Man, ialah pembenahan dan peningkatan infrastruktur pendukung harus dilakukan. “Itu penting, tapi satu sisi pemerintah harus tetap turun tangan dalam menjaga kebersihan dan keindahannya potensi wisata itu,” jelas dia.

Dia mencontohkan, seperti beberapa pantai yang ada di Kecamatan Kulisusu yakni Pantai Membuku dan Pantai Kampa yang tidak dikelola dengan baik dilihat dari sisi kebersihan dan juga infrastruktur penunjang lainnya yang masih minim. “Banyak potensi pantai yang tak dijaga dengan baik. Padahal pantai-pantai ini tidak kalah indah dengan pantai yang ada di luar daerah kita,” ujarnya.

Kemudian beberapa potensi lainnya yang tinggal dipromosikan seperti permandian air panas Karede di Bonegunu, permandian Eengkapala, permandian danau kecil Pasarabolaea, permandia E’enunu, permandian air terjun Doule, sumber air E’engkineke.

Oleh karena itu, Man mengharapkan kepada Pemkab Butur dalam hal ini Dinas Pariwisata untuk lebih memperhatikan dan mengelolah kekayaan alam yang dimiliki oleh daerah yang berslogan Lipu Tinadeakono Sara ini. “Saya kira kalau dukungan sumber daya manusia sudah siap, tinggal bagaimana keseriusan dari pemerintah,” harapnya. (k5/d)

To Top