Hendak Liputan, Manajer Mal Mandonga Mencoba Jebak Wartawan – Berita Kota Kendari
Headline

Hendak Liputan, Manajer Mal Mandonga Mencoba Jebak Wartawan

KENDARI, BKK – Hendak liputan mengenai gaji karyawan Mal Mandonga Kendari yang diduga tidak berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR), Senin (5/9), wartawan harian Berita Kota Kendari (BKK) malah dituding hendak melakukan pemerasan.

Wartawan harian BKK Nirwan mengaku, saat peliputan tersebut ia bersama satu wartawan lainnya, wawancara langsung dengan Manajer Mal Mandonga Amir. Setelah proses wawancara dilakukan, pihak mal tersebut lngsung menyodorkan amplop berisi uang.

“Kami tidak menerima bahkan menyentuh amplop yang disodorkan oleh pihak mal kepada kami. Malah teh kotak yang disuguhkannyapun kami tolak,” aku Nirwan.

Anehnya, lanjut Nirwan, saat dirinya disodorkan amplop oleh pihak mal, tiba-tiba polisi datang yang katanya menerima laporan bahwa di mal tersebut terjadi pemerasan oleh oknum wartawan.

Saat itu pun Nirwan bersama temannya merasa dijebak. Persoalan itu kemudian diluruskan, hingga pihak mal maupun polisi paham bahwa wartawan yang bersangkutan bukan melakukan pemerasan melainkan hanya melakukan konfirmasi.

Apa yang dialaminya itu, tambah Nirwan, tentu telah mencemarkan nama baiknya. Terlebih informasi bahwa dirinya memeras dengan cepat tersebar di media sosial, namun ia belum memutuskan untuk mengambil langkah hukum untuk melaporkan pihak mal atas pencemaran nama baik tersebut.

Tidakan Manajer Mal Mandonga itu dikecam keras Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra. Menurutnya mencap wartawan sebagai pemeras terlalu terburu-buru dilakukan, tanpa melakukan pengecekan lebih awal dan tidak memahami kerja-kerja jurnalis itu sendiri.

“Harusnya manajemen mal memahami kerja wartawan yang hendak melakukan konfirmasi, terkait dengan sesuatu yang memang wajib diklarifikasi supaya membuat berita yang berimbang sesuai amanat Undang Undang Pers. Jangan langsung menghubungi pihak kepolisian yang seolah-olah wartawan itu memeras karena ini selain merugikan pribadi, juga merugikan institusi tempat wartawan itu bekerja dan profesi wartawan secara umum,” ujar Mahdar.

Gaji karyawan mall mandonga yang tidak sesuai dengan UMR. Ada salah satu karyawan, 800 per bulan. Ada yang juga sampai 400.

Karyawan, ada pihak penyelia jasa karyawan.

Sebelumnya, sempat wawancara, tapi hasilnya ngambang. Menunggu 15 menit, menelpon teman, pas masuk sudah ada amplop di atas meja. Polisi keluar dari ruangan Pak Amir.

Cleaning service. La Niati, online, . (m3/nur)

To Top