Eks Koruptor Dan Narkoba Tak Masalah Maju Cawali Kota Kendari – Berita Kota Kendari
Beranda

Eks Koruptor Dan Narkoba Tak Masalah Maju Cawali Kota Kendari

KENDARI, BKK- Polemik boleh tidakya mantan terpidana korupsi dan narkoba bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) menyeruak ke publik. Isu tersebut memanas, bahkan sempat dibahas serius di Komisi II DPR terkait Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

Namun demikian untuk pemilihan wali kota (Pilwali) Kendari, untuk mantan terpidana koruptor maupun narkoba tidak masalah untuk maju sebagai calon wali kota (Cawali). Terlebih bila memenuhi syarat yang telah ditentukan.

“Asalkan syarat pencalonan bisa dipenuhi, maka siapapun bisa mendaftarkan diri untuk maju, baik itu eks pengguna Narkoba atau eks koruptor,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari Hayani Imbu yang dikonfirmasi, Senin (5/9).

Dijelaskannya, untuk calon kepala daerah yang merupakan mantan terpidana koruptor maka ketentuannya selain memenuhi syarat seperti dukungan partai politik atau perseorangan, juga harus membuat pengumuman di media kalau pernah terlibat tindak pidana. Namun, itu dilakukan bila masa bebasnya belum mencapai lima tahun.

“Kalau saat ini, ada calon yang proses hukumnya belum lewat lima tahun maka harus dia umumkan dulu di media untuk bisa mendaftar, tapi kalau sudah lewat lima tahun maka cukup dengan lampiran saja,” jelasnya.

Untuk mantan terpidana narkoba, lanjut dia, juga ada perlakuan yang berbeda. Bukan hanya berdasarkan indikator bebas, tetapi ada beberapa syarat lain lagi yang perlu dipenuhi, antara lain pernyataan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Kendari bahwa yang bersangkutan bisa ikut bertarung di pilwali.

“Kalau BNNK Kendari membolehkan calon tersebut maka kita akan ikutkan, tetapi jika tidak dibolehkan karena dianggap masih bermasalah maka calon tersebut tidak bisa ikut bertarung,” terangnya.

Namun, keterangan bebas narkoba juga wajib dilampirkan semua calon kepala daerah saat mendaftar ke KPU. .

“Ada dua syarat yang paling krusial sebenarnya dalam proses pendaftaran di KPU. Yang pertama lampiran BNNK dan yang kedua lampiran dinas kesehatan, sedangkan untuk berkas yang lain masih bisa dilengkapi selanjutnya,” tukasnya. (m2/b/nur)

To Top