Cabuli Siswi SMP, Sopir Angkot Masuk Sel – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Cabuli Siswi SMP, Sopir Angkot Masuk Sel

Ilustrasi

Ilustrasi

KENDARI, BKK –
Agus, seorang sopir angkot jurusan Puuwatu, hanya bisa menyesali perbuatannya. Gara-gara tak bisa menahan gejolak nafsunya, dia pun harus merasakan derita panjang dalam sel.

Agus dilaporkan ke polisi setelah mencabuli seorang siswi SMPN 2 Sampara. Bunga, nama samaran siswi yang kini duduk di kelas 3 itu, tak terima atas tindakan tak senonoh Agus yang ternyata sudah beristri dan punya dua anak itu.
Namun remaja berusia 15 tahun ini mengakui kedekatannya dengan Agus. Bunga bercerita, pada Minggu (21/8) malam, dia menelepon Agus agar dijemput di Desa Anggolo Moare, Pohara, Konawe menuju ke Kota Kendari.
Saat tiba di puncak TPA, Puuwatu, Agus merayu Bunga agar melayani birahinya. Bunga awalnya menolak, tetapi Agus terus memaksa. Takut terjadi apa-apa, Bunga pun terpaksa memenuhi permintaan Agus.
“Saya terpaksa malam itu,” aku Bunga saat menjalani pemeriksaan lanjutan di Polsek Mandonga, Senin (5/9).
Kejadian malam itu membuat jiwa Bunga terguncang. Tak tahan dengan tekanan batinnya, Bunga melaporkan peristiwa tersebut kepada ayahnya, MR. Tak pelak, sang ayah pun naik pitam dan langsung membawa putrinya untuk membuat laporan di Polsek Sampara, keesokan harinya, Senin (22/8).
Hari itu juga, aparat meringkus Agus. Dia dijebloskan ke sel Polsek Sampara. Tetapi kemudian dilimpahkan lagi ke Polsek Mandonga.
Dikonfirmasi terpisah, Agus mengakui perbuatannya. Kala itu, Agus tak bisa menahan gejolak birahinya saat melihat kondisi Bunga yang menurutnya tengah mabuk karena obat-obatan.
“Anak itu dalam keadaan mabuk obat. Dia habis pake Mumbul,” ujar Agus sembari menekankan bahwa yang terjadi pada malam itu didasari suka sama suka.

Kanit Reskrim Polsek Mandonga, Iptu Baharuddin Supu mengatakan, polisi sudah menetapkan Agus sebagai tersangka. Dia dijerat dengan UU tentang Perlindungan Anak mengingat usia Bunga masih di bawah umur.
“Proses hukumnya tetap berjalan. Ancaman penjaranya bisa sampai tujuh tahun,” katanya.
Sementara itu, pengacara Agus, Zulkifli, SH yang ditunjuk untuk mendampingi tersangka, mengaku akan berusaha agar hukuman kliennya bisa diringankan. Dia mengatakan, sebenarnya sudah ada upaya mediasi agar keluarga korban mencabut laporannya. Tetapi mediasi itu gagal. Pihak keluarga menolak.
“Ada permintaan dari pihak korban, tapi klien saya tidak menyanggupinya,” katanya tanpa merinci seperti apa permintaan keluarga korban itu.
Agus sendiri sudah disel selama 14 hari, dari 20 hari masa penahanan. Tetapi itu bisa diperpanjang lagi sampai 40 hari, menunggu masa perampungan berkas antara kepolisian dan kejaksaan. (p4/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top