Anggaran Dinas Perizinan Kendari akan Ditambah Rp 100 juta – Berita Kota Kendari
Beranda

Anggaran Dinas Perizinan Kendari akan Ditambah Rp 100 juta

KENDARI, BKK – Jumlah perusahaan di Kota Kendari ditaksir telah mencapai seribuan ribuan. Sayangnya, kontribusi buat daerah masih terbilang minim seiring banyaknya usaha yang beridiri tanpa memiliki izin.

Terkait persoalan tersebut, menjadi tanggung jawab pihak Dinas Perizinan Kota Kendari untuk melakukan penertiban. Hanya saja, keterbatasan anggaran sering menjadi kendala dinas ini hingga jarang turun lapangan untuk memantau semua perusahaan yang ada.

Hal ini pun mendorong pihak Komisi I DPRD Kota Kendari untuk menambah anggaran Dinas Perizinan setempat sebanyak Rp 100 juta, dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS), Senin (5/9). Jumlah dana tersebut di luar dari pagu anggaran yang diusulkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan sebanyak Rp 157 juta.

“Kita tahu bersama, tempat usaha di Kota Kendari ini mencapai ribuan, tetapi banyak juga dari tempat usaha tersebut yang kadang tidak memiliki izin atau izin usahanya sudah mati namun masih tetap beroperasi,” terang Ketua Komisi I DPRD Kendari La Ode Ali Akbar.

Dengan adanya tambahan anggaran untuk biaya operasional saat turun lapangan itu, anggota dewan yang akrab disapa Iwan Kambara itu berharap, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kendari yang bersumber dari retribusi izin usaha dapat bertambah.

“Ini akan kami perjuangkan untuk disepakati di pembahsan anggaran nanti, karena kita bisa mendapatkan miliaran rupiah dengan berkorban ratusan juta untuk mengefektifkan retribusi izin perusahaan yang ada di Kota Kendari,” jelasnya.

Anggota Komisi I DPRD Kendari La Ode Lawama juga menambahkan, untuk pagu anggaran Dinas Perizinan yang berkisar Rp 157 juta, hanya untuk pengadaan alat tulis kantor, penyediaan jasa administrasi keuangan dan rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah.

“Yang paling besar menelan anggaran dari dana yang tersedia itu hanyalah untuk rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah sebasar Rp 50 juta, sedangkan untuk pengadaan alat tulis kantor serta penyediaan jasa administrasi keuangan hanya Rp 20 juta,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perizinan Kota Kendari Yan Bela ditemui terpisah menuturkan, penambahan anggaran tersebut sangatlah berarti. Terlebih, kekurangan anggaran diakuinya memang selalu menjadi kendala hingga pihaknya sulit untuk turun lapangan.

“Kalau kita memiliki anggaran yang cukup untuk turun lapangan, maka pendapatan PAD kita pasti akan bertambah,” pungkasnya.(m2/b/nur)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top