Warga Korban Eksekusi Lahan di Jalan Kolonel Abdul Hamid Kendari, Masih Bertahan di Tenda – Berita Kota Kendari
Beranda

Warga Korban Eksekusi Lahan di Jalan Kolonel Abdul Hamid Kendari, Masih Bertahan di Tenda

Warga Masih Mengumpulkan Sisa Puing-Puing Bangunan (foto: Rudy/BKK)

Warga Masih Mengumpulkan Sisa Puing-Puing Bangunan (foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK – Eksekusi lahan yang dilakukan pihak Pengadilan Negeri (PN) Kendari di Jalan Kolonel Abdul Hamid, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Kamis (1/9), membuat puluhan warga yang selama ini bermukim di lokasi tersebut menjadi korban akibat kehilangan tempat tinggal.

Sampai saat ini, karena belum memilki tempat tinggal, warga tersebut masih memilih bertahan di salah satu pos tenda yang didirikan Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) Sultra. Beberapa warga juga masih mengumpulkan sisa-sisa bangunan yang diperkirakan masih bisa terpakai.

“Terpaksa kita tinggal dulu disini kasian (dalam tenda) sekalian kita kumpulkan barang-barang yang masih bisa digunakan,” kata Murni salah seorang warga yang tempat tinggalnya ikut tereksekusi, Sabtu (3/9).

Pihak PN Kendari yang melakukan ekssekusi tersebut, menurut Murni, adalah salah alamat. Pasalnya, lahannya yang ikut tereksekusi jelas memiliki sertifikat sejak tahun 2001 atas nama Arsyad kemudian ditahun 2004 dirinya mengalihkan (balik nama sertifikat) atas nama dirinya.

“Sudah ada itu sertifikat sama saya sejak 2001 lalu kemudian saya peralihan balik nama sejak 2004. Masa nanti tahun 2010 baru masuk gugatan di Pengadilan. Agus Swadaya yang menggugat karena menganggap itu tanahnya,” jelas Murni.

Anehnya, lanjut Murni, amar putusan gugatan di PN Kendari itu sampai saat ini belum diterimanya, sehingga ia belum mengetahui isinya seperti apa.

“Dalam surat perintah eksekusi itu tanggal 23 Agustus 2016 tetapi suratnya tiba sama kami nanti tanggal 29 Agustus 2016 sehingga tidak ada kesempatan kami untuk pindahkan barang-barang,” pungkasnya.

Untuk diketahui tanah yang dieksekusi di Jalan Kolonel Abdul Hamid tersebut, adalah seluas 17.000 meter. Lahan itu ditempati sebanyak 30 kepala yang kini kehilangan tempat tinggal.

Ekeskusi itu dilakukan pihak PN Kendari, setelah terjadi proses sengketa lahan dan berdasarkan putusan pengadilan dimenangkan Agus Swadaya selaku penggugat melawan Arsyad selaku tergugat. (p5/nur)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top