Headline

Wanita Rekannya Positif Sabu, Polisi Nego dengan BNNP

Wanita Positif Pengguna Narkoba (Baju Hitam) Saat Akan Dilakukan Pendataan Pihak BNNP Sultra. (foto: Rudinan/BKK)

Wanita Positif Pengguna Narkoba (Baju Hitam) Saat Akan Dilakukan Pendataan Pihak BNNP Sultra. (foto: Rudinan/BKK)

KENDARI, BKK – Keributan kecil mewarnai razia aparat gabungan di sebuah Tempat Hiburan Malam di bilangan Jl Bypass Made Sabara, Kendari, Sabtu (3/9) dinihari. Saat petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi hendak membawa JH, wanita pekerja THM, seorang polisi tampak berusaha menahannya.

Polisi yang diketahui berinisial Bripka MT ini, tampak bersikeras menolak upaya petugas BNNP Sultra yang akan membawa JH ke Markas Denpom VII/5 Kendari. JH sebelumnya telah dites urine dan urinenya dinyatakan positif mengandung zat adiktif.
“Nanti saya yang antar Mbak. Bukannya mau menghalang-halangi untuk melakukan assesment, tapi kan ada juga yang dibilang profesinya orang. Kalau saya kasih turun atau hadirkan untuk dilakukan pendataan, di sini kan banyak orang,” kata Bripka MT berusaha meyakinkan petugas BNNP agar tidak membawa keluar JH.
Tak mau ribut, BNNP akhirnya mengalah. JH tetap dibiarkan berada di dalam THM tersebut.
Saat diusut apa hubungan MT dengan JH, diperoleh informasi bahwa MT diduga merupakan chief security di THM tersebut. Sementara JH merupakan pekerja di THM itu. Namun tidak diketahui, mengapa anggota Polres Kendari ini bisa menjadi keamanan di perusahaan swasta yang bergerak di bidang entertaint tersebut.    Diwawancara terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sultra, Ismail menduga MT salah kaprah atas upaya BNNP membawa JH ke Markas DenPOM Kendari. “Dia mungkin berpikir kami akan langsung menahan rekannya itu. Padahal kita hanya mau melakukan pendataan. Dalam razia ini kan tidak ada barang bukti yang didapat (sebagai alasan kuat melakukan penahanan). Jadi hanya didata saja,” katanya.
Meski demikian, Ismail akan membuatkan laporan atas kejadian yang berlangsung di THM tersebut. “Nanti Senin dilihat. Karena dia (JH) harus melapor Hari Senin (hari ini) di Kantor BNNP Sultra,” jelas Ismail.
Razia tersebut melibatkan BNNP Sultra, Polda Sultra serta jajaran Polisi Militer (PM) Denpom VII/5 Kendari. Sepanjang malam itu, aparat gabungan menyisir tempat-tempat hiburan malam diantaranya Masterpiece, Nav, Princes Syahrini, Coyotes, dan Fun-Q.
Seluruh pengunjung hingga karyawan THM diperiksa barang bawaan serta urinenya. Dari situ, ada dua orang yang urinenya positif mengandung zat adiktif yang diduga sabusabu, yakni RD, di salah satu rumah bernyanyi dan JH.
Sementara Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) AD, Mayor CPM Rus’an mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya untuk mengatasi pelanggaran hukum, terutama narkotika. “Kita turun bersama polisi dan BNN untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah THM. Tadi ada dua warga yang positif (menggunakan narkotika),” katanya. (p5/b/aha)

To Top