Marbot Masjid di Kabaena Diduga Bandar Besar Sabusabu – Berita Kota Kendari
Headline

Marbot Masjid di Kabaena Diduga Bandar Besar Sabusabu

RUMBIA, BKK- Warga Desa Tapuhaka, Kecamatan Kabaena Timur, benar-benar tidak percaya apa yang disaksikannya, saat sejumlah polisi reserse narkotika, menggelandang Ansori, Sabtu (3/9) malam.

Selama ini, warga mengenal Ansori sebagai pribadi yang agamis. Penampilannya nampak seperti orang saleh, pelihara jenggot dan songkok haji yang sering melengket di kepala. Ansori pun rajin ikut salat berjamaah dan lebih sering menghabiskan waktunya di dalam masjid sebagai abdi masjid alias marbot.
“Selama ini, dia itu kelihatan sangat alim dan rajin di masjid, makanya saya kaget ada kabar bahwa dia ditangkap karena kasus narkoba. Kita ini kayaknya sulit percaya,” kata Idrus (46).
Penangkapan Ansori ini terbilang sangat singkat. Sejumlah aparat berpakaian preman tiba-tiba saja sudah muncul di jalanan membawa Ansori yang masih mengenakan songkok haji warna putih, kaos oblong berwarna kuning dan dipadu celana kain cingkrang. Tangannya diborgol.
Minggu (4/9) pagi, Ansori yang dikawal sepuluh aparat diseberangkan melalui kapal Feri ke Bombana. Dia masih tetap mengenakan pakaian yang sama. Ansori lalu dibawa ke Polres Bombana dengan motor Yamaha Vixion.

Informasi yang dihimpun di Polres Bombana tak kalah mengejutkannya. Pasalnya, Ansori diduga merupakan bandar besar sabusabu di Bombana. Polisi juga mengungkapkan bahwa nama Ansori yang sebenarnya adalah Bahrul yang berasal dari Nunukan, Kalimantan Utara.
Kasat Narkoba Polres Bombana, AKP Safaruddin S IP menjelaskan, penangkapan terhadap Ansori alias Bahrul berawal dari tertangkapnya lima warga Kabaena Barat, di Kelurahan Sikeli, empat malam sebelumnya. Lima warga ini masing-masing Tamsil, Ashar, Wawu, Juraskawi serta Andi Pattawari. Mereka ditangkap terkait kasus sabusabu.
Dari kelima orang ini, penyidik menemukan Tamsil merupakan pemasok sabusabu untuk mereka. Yang lainnya merupakan kurir dan pengguna.
Penyidik pun berhasil membuat Tamsil buka mulut dan menunjukkan bandar besarnya, yang tak lain Ansori alias Bahrul. “Jadi Ansori ini sudah berdomisili di Desa Tapuhaka selama kurang lebih tiga tahun lamanya. Tapi orang-orang tidak curiga karena penampilannya yang agamis,” kata AKP Safaruddin.
Bahrul sendiri diduga memasok sabusabu dalam bentuk gelondongan. Tamsil kemudian memecahnya menjadi paket-paket kecil untuk selanjutnya di pasok ke wilayah Kabaena, Bombana dan daerah sekitarnya.
Bahkan, Tamsil mengaku sering melakukan transaksi di wilayah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Mantan Kapolsek Sampolawa, Kabupaten Buton ini menambahkan, selain Ansori alias Bahrul, aparat juga meringkus seorang warga Kabaena Timur lainnya bernama Darman. Namun Darman sejauh ini hanya sebatas pengguna barang haram itu.
“Untuk tersangka Darman, dia hanya pemakai saja. Dia juga kami tangkap tadi malam,” katanya.
Terkait pasal yang akan dijeratkan kepada Ansori alias Bahrul, AKP Safaruddin mengatakan itu masih dikerjakan oleh para penyidik. “Untuk sementara ini, kami masih terus melakukan proses sidik sehingga kami tidak terburu-buru. Untuk penerapan pasalnya, kami harus gelar perkara dulu di internal satuan Narkoba,” jelanya.
Sayangnya, tidak dijelaskan apakah dalam penangkapan Ansori, petugas mendapatkan barang bukti. Namun yang jelas, 25 gram sabusabu yang berhasil diamankan dalam penangkapan lima orang sebelumnya, dipasok oleh Tamsil, yang diambil Tamsil dari Ansori. (cr2/a/aha)

To Top