Sudah Punya Pemimpin, Jangan Lagi Ada Friksi di Muna – Berita Kota Kendari
Headline

Sudah Punya Pemimpin, Jangan Lagi Ada Friksi di Muna

Sudah Punya Pemimpin, Jangan Lagi Ada Friksi di Muna

KENDARI, BKK-

Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr Nur Alam menitip pesan kepada masyarakat Muna agar mengalokasikan energinya untuk mendukung kerja-kerja kepala daerahnya yang baru. Energi itu jangan lagi disia-siakan dengan meneruskan friksi politik yang ujung-ujungnya hanya merugikan masyarakat itu sendiri.

Nur Alam sangat yakin, di bawah kepemimpinan Rusman Emba – Malik Ditu, pembangunan di Kabupaten Muna bisa mengalami percepatan setelah mengalami ketertinggalan akibat konflik berkepanjangan di saat Pemilihan Kepala Daerah. Dalam pandangan Nur Alam, Rusman dan Malik sama-sama memiliki pengalaman di bidang birokrasi yang bisa diandalkan untuk menjalankan roda pemerintahan lebih maksimal.
“Pak Rusman punya pengalaman di bidang pemerintahan. Pak Malik juga begitu, apalagi ini kedua kalinya beliau menjadi wakil dari bupati yang berbeda. Biarkan Rusman dan Malik bekerja untuk masyarakatnya. Jangan lagi ada yang membawa-bawa persoalan Pilkada lalu,” kata Gubernur usai melantik  Rusman Emba – Malik Ditu sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muna periode 2016 – 2021, di Aula Bahteramas, Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Jumat (2/9).
Nur Alam juga mengungkapkan mengapa dirinya tidak pernah berkunjung ke Raha, saat situasi politik sedang memanas. “Bukan saya tidak mau ke Muna, tapi saya menunda Kunker (kunjungan kerja) saya ke sana, karena posisi saya berada di tengah tengah,” jawabnya.
Menurutnya, meski bergejolak dan pemungutan suaranya berulang sampai tiga kali, Pilkada Muna sudah berlangsung dengan wajar dan tetap demokratis. Dia berharap Pilkada tahun ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat Muna untuk lebih memperbaiki situasi di Pilkada selanjutnya.
“Orang Muna itu orang hebat-hebat. Banyak jenderal, profesor dan politikus handal lahir dari orang Muna. Tapi saya ingin sampaikan bahwa kita semua lebih hebat lagi jika kita bersatu. Kalian saudara saya dan saya saudara kalian. Orang Muna good,” kata Nur Alam disambut aplouse dari seribuan undangan yang memadati ruangan pelantikan.
Bupati Muna, Rusman Emba yang ditemui wartawan usai dilantik menyatakan siap menjalankan pesan dari Gubernur. Diakuinya, sulit menjalankan pembangunan jika masih ada kelompok yang membawa dendam Pilkada lalu.
Disinggung soal mutasi pejabat, Rusman Emba secara terbuka mengakui akan melakukannya. Namun dia membahasakannya sebagai perombakan birokrasi dalam rangka konsolidasi atau memperkuat pemerintahannya.
“Perombakan birokrasi dilakukan sesuai dengan regulasi dan peraturan yang berlaku. Ini semata-mata untuk menjaga kestabilan pemerintahan dan masyarakat Muna,” katanya.
Rusman juga berjanji akan segera mempercepat pembangunan, terutama mengenai infrastruktur daerah. Dia menyebut salah satu yang akan dipercepat adalah pembangunan Masjid … yang sempat macet lima tahun terakhir.
Selain itu, Rusman dan wakilnya juga berkomitmen untuk memajukan sektor pariwisata di Muna. “Selain melanjutkan pembangunan masjid, kami juga siap kembangkan pariwisata agar Kota Raha bisa menjadi kota yang banyak dikunjungi. Selama ini kita sudah jauh tertinggal dengan daerah lain yang ada Sultra, ” tutupnya.
Acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Muna ini sempat ditunda dan diwarnai sedikit kegaduhan. Dijadwalkan pukul 10.00, pelantikan baru dimulai satu jam kemudian.
Sebagian undangan juga tampak ngotot masuk ke dalam ruangan namun dilarang oleh petugas karena ruangan sudah penuh. Bahkan, pihak panitia pelantikan sempat kalang kabut karena kursi untuk Komandan Kodim 1416/Muna dan istri tidak tersedia.
Selain itu, keamanan pelantikan ini juga dijalankan dengan sangat ketat oleh ratusan aparat Brimobda Sultra karena sebelumnya ada isu akan ada aksi unjuk rasa. Para undangan, tak terkecuali wartawan, diperiksa secara ketat sebelum masuk ke lokasi acara. (cr1-p7/a/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top