Polda Ungkap Jaringan Pencurian Motor dan Elektronik di Kendari – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polda Ungkap Jaringan Pencurian Motor dan Elektronik di Kendari

LAODE ONO/BERITA KOTA KENDARI ASLINYA PENJAHAT. Tujuh orang dari jaringan pencurian motor dan elektronik saat dimintai keterangan di ruang Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sultra, Kamis (1/9) kemarin.

LAODE ONO/BERITA KOTA KENDARI
ASLINYA PENJAHAT. Tujuh orang dari jaringan pencurian motor dan elektronik saat dimintai keterangan di ruang Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sultra, Kamis (1/9) kemarin.

KENDARI, BKK – Inilah aslinya komplotan pencuri. Mereka mencuri apa saja. Mulai motor, laptop, ponsel hingga home teather. Ini mungkin pengungkapan komplotan pencurian terbesar di Kendari.

Namun sepak terjang komplotan penjahat ini terhenti di tangan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara. Dari satu orang yang ditangkap, dikembangkan ke jaringannya yang lain, hingga terkumpul tujuh orang.
Jaringan ini berhasil digulung oleh Tim Reserse Mobile Kejahatan dan Kekerasan (Resmob Jatanras), Direktorat Reserse Kriminal Umum, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Adapun para pelaku yang telah dibekuk adalah Imran (18), Sarwin (20), Anjar Riasman (22), Zainal (27) serta seorang remaja yang dirahasiakan identitasnya lantaran masih di bawah umur. Kelima orang ini merupakan eksekutor atau ‘pemetik’ dalam bahasa sandi kepolisian.
Dua lainnya adalah Maladi (50) dan Ari Setiawan (38). Keduanya merupakan penadah hasil curian lalu dijual kepada masyarakat dengan harga yang sangat rendah.
Wakil Direktur Ditkrimum Polda Sultra, AKBP Ilham Saparona mengatakan, operasi penangkapan terhadap jaringan pencuri ini dipimpin Kepala Unit Jatanras, Inspektur Dua Andriyas Saroy SH. Operasi ini berawal dari penangkapan Zainal di depan Klinik Dokter Usman, di Jl Nusa Indah, Desa Parauna, Kelurahan Tuoi, Unahaa, Kabupaten Konawe, pada Rabu (31/8) siang sekitar pukul 13.30.
“Awalnya anggota menangkap salah satu diduga pelaku, dan kemudian dilakukan pengembangan,” terang Ilham Saparona.
Di hadapan penyidik, Zainal pun bernyanyi dan menunjuk lokasi rekan-rekannya yang lain. Sebanyak enam rekannya kemudian ditangkap secara terpisah di wilayah Angata dan Mowila.
Penangkapan pelaku ini disertai penemuan hasil curian. Diantaranya sembilan unit motor beserta 4 STNK, empat laptop (tiga merk Toshiba dan satu merek Axioo), dua telepon genggam, satu unit TV LCD merek Polytron, serta atu unit home theatre.
“Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan,” kata perwira berpangkat dua Melati dipundak, Kamis (01/9).
Ilham menambahkan, pihaknya masih akan melakukan pengembangan. Sebab kemungkinan masih ada sisa jaringan mereka di luar sana. Selain itu, polisi akan menelusuri motor-motor hasil curian kepada pembelinya.
Sementara salah seorang pelaku, Rizal, mengaku sudah beraksi di tujuh tempat di Kota Kendari. Pemuda ini punya spesialisasi pencurian motor dan elektronik.
Menurut catatan kepolisian, Rizal sudah pernah dipenjara di Rumah Tahanan Unahaa, Konawe, karena kasus yang sama. Namun penjara tak membuatnya jera. Rizal mengaku kembali ke dunia hitam karena diajak.
“Setelah saya bebas, mereka ajak lagi saya,” katanya.
Motor-motor yang dicurinya kemudian dijualnya kepada Maladi. Maladi membelinya dengan harga sejuta rupiah. Oleh Maladi, motor itu dijual lagi kepada Ari Setiawan.
Lalu Ari Setiawan menjual motor itu di wilayah Ladongi, Kolaka Timur dengan harga Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per unit. Motor curian itu dijual kepada para petani.

“Motor saya beli dari Rizal, dan saya jual lagi sama Ari Setiawan,” aku Maladi yang baru setahun menjalani profesi tersebut. (p4/b/aha)

Click to comment
To Top