Pasar Lahimbua Dibiarkan Telantar – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Pasar Lahimbua Dibiarkan Telantar

WANGGUDU, BKK – Pasar sentral Lahimbua, Kabupaten Konawe Utara (Konut) terkesan dibiarkan telantar. Pasalnya, hingga kini pasar yang sudah berdiri kokoh itu belum difungsikan. Padahal peresmiannya sudah lima bulan lalu.

Pasar yang terletak di Desa Lahimbua Kecamatan Andowia, ini diresmikan Bupati sebelumnya, Aswad Sulaiman. Sejak saat itu, meski digratiskan namun kios dan los yang tersedia belum terisi pedagang.

Saat dikonfirmasi, Kamis (1/9), Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM setempat, La Ondjo mengakui hal tersebut. Kata dia, belum difungsikannya Pasar Lahimbua hingga saat ini diakibatkan masih adanya kisruh pada pembagian los. Khususnya los bagi pedagang kain atau pakaian.

Awalnya 16 kios sudah disediakan pemerintah setempat khusus untuk pedagang kain. Namun jumlah itu nyatanya belum bisa menampung seluruh pedagang yang ada. Dari data Disperindagkop, jumlahnya mencapai 60-an pedagang.

“Masalahnya ada pada los untuk penjual kain. Ada pro-kontra di sana. Kita tidak bisa tampung semua karena masih terbatas jumlah los. Tapi kalau pedagang lain tidak ada masalah. Mereka sudah pegang kunci kios masing-masing. Tinggal pedagang kain yang akan kita lot ulang,” jelas La Ondjo.

Anehnya, meski sudah paham dengan inti permasalahan, Asisten III Setda Konut ini mengaku belum bisa berbuat banyak. Pasalnya, perkara pembagian los khusus pedagang kain kini tengah ditangani pihak legislatif. “Kita sementara menunggu DPRD. Beberapa waktu lalu saya sudah pernah ketemu ketua Komisi C, Pak Samir membicarakan hal ini. Dia mengajak saya meninjau lokasi. Tapi karena kesibukan lain jadi belum terlaksana,” ungkapnya.

Kepala Bidang Perdagangan, Eri Astuti mengajak semua pihak untuk bersabar menunggu keputusan Dewan. Sembari melakukan pembenahan fasilitas pasar. Kata Eri, pihaknya saat ini tengah mengupayakan ketersediaan listrik dalam pasar.

“Untuk listrik sekarang kita sementara berurusan di PLN. Sedangkan untuk air bersih kita sudah ada sumur bor. Kita usahakan tata dan benahi sebaik mungkin. Supaya pasar ini tidak kelihatan kumuh nantinya,” kata Eri. (k7/c)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top