Menunggu Pembuktian Sang Nahkoda – Berita Kota Kendari
Feature

Menunggu Pembuktian Sang Nahkoda

Hamrun S IP M Si Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Sospol Universitas Muhammadiyah Makassar

Hamrun S IP M Si
Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan
Fakultas Sospol Universitas Muhammadiyah Makassar

Hari ini, Jumat (1/9), kita akan menyaksikan lencana garuda dan pangkat sebagai orang paling penting di Kabupaten Muna, disematkan kepada
Rusman Emba – Malik Ditu. Inilah hari yang menjadi puncak dari perjalanan panjang Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Muna yang begitu menguras energi, air mata dan darah.

Kita semua berharap, segala perbedaan pandangan hingga konflik yang mewarnai momentum kegiatan demokrasi, disimpan rapat-rapat dalam lembaran sejarah. Kita hanya akan membukanya kembali, sebagai pengingat bahwa betapa konflik ini tidak membawa keuntungan apapun bagi masyarakat Muna. Ibarat pepatah, kalah jadi abu, menang jadi arang. Tak ada nilainya.
Saatnya masyarakat Muna yang kini dinahkodai Rusman Emba – Malik Ditu, membuka lembaran baru. Inilah waktunya untuk menyalurkan energi kita untuk hal-hal yang positif. Dan tentu saja, Rusman – Malik yang harus berada di garda terdepan.
Setidaknya, ada dua poin penting yang perlu dilakukan oleh Rusman – Malik. Paling pertama dan paling terpenting, pasangan ini harus bisa membangun kembali rumah kemasyarakatan yang sempat digoyang pada Pilkada lalu. Rusman – Malik harus mampu mengharmonisasikan kembali hubungan ‘dua anak’ yang saling bertikai.
Karena bagaimana pun, dua anak ini berasal dari satu darah yang tinggal dalam sebuah rumah besar bernama Kabupaten Muna. Agaknya, tagline pasangan ini, Rumah Kita, akronim dari Rusman Emba – Malik Ditu, mungkin sudah ditakdirkan untuk menciptakan rumah yang benar-benar nyaman bagi semua pihak.
Yang kedua, Bupati dan Wakil Bupati Muna yang baru ini harus segera membangun daerah ini. Konflik yang terjadi kemarin, tiap detiknya menjauhkan masyarakat dari pembangunan.
Pemimpin baru ini harus punya kreativitas di tengah krisis keuangan yang melanda negara. Dan tentu saja, harus punya semangat yang kuat dalam mengejar ketertinggalan dari daerah tetangganya, seperti Buton, Kolaka, Wakatobi dan lainnya.
Pembangunan harus dititikberatkan untuk kepentingan publik. Terutama infrastruktur jalanan dan jembatan. Seperti kita ketahui, masih banyak jalan kita yang rusak-rusak, mulai dari daratan, pesir bahkah di Raha sendiri. Jalan tentu sangat penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.
Fasilitas pendidikan juga sangat penting untuk diperhatikan. Orang-orang bijak selalu mengingatkan, pendidikan adalah investasi. Kualitas generasi kita saat ini, akan sangat menentukan Muna di masa yang akan datang.
Banyak cara yang bisa dilakukan membangun pendidikan kita, misalnya, menjamin seluruh anak di Muna menjalani pendidikan minimal sembilan tahun, menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, serta dana riset yang berkaitan dengan pembangunan Kabupaten Muna.
Di saat yang sama, kesehatan juga musti dijadikan prioritas. Bangun infrastruktur medis yang layak seperti rumah sakit dan puskesmas hingga puskesmas pembantu yang menjangkau masyarakat di pedalaman. Didik warga agar hidup sehat. Lebih penting mencegah daripada mengobati, dan lain-lainnya.
Dua poin ini mungkin terdengar klise. Namun kenyataannya, banyak pemerintahan yang tersandera dalam lanjutan drama politik sehingga mengabaikan kepentingan rakyatnya. Kita tentunya tak menginginkan itu terjadi.
Lagipula, pembangunan infrastruktur kabupaten, pendidikan dan kesehatan, sudah menjadi janji politik pasangan ini saat kampanye Pilkada lalu. Kini, saatnya sang nahkoda mulai bekerja untuk membuktikan janjinya. Masyarakat akan menunggu, dan menagih jika tiba waktunya. Selamat bekerja. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top