Mantan Ketua KPUD Kendari Dituntut Lima Tahun Penjara – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Mantan Ketua KPUD Kendari Dituntut Lima Tahun Penjara

RUDY/BERITA KOTA KENDARI TAK PERCAYA. Terdakwa perkara korupsi dana hibah Pemilihan Wali Kota Kendari 2012, Syam Abdul Jalil tampak mendengarkan pembacaan tuntutan oleh JPU, di Pengadilan Tipikor Kendari, Kamis (1/9)

RUDY/BERITA KOTA KENDARI
TAK PERCAYA. Terdakwa perkara korupsi dana hibah Pemilihan Wali Kota Kendari 2012, Syam Abdul Jalil tampak mendengarkan pembacaan tuntutan oleh JPU, di Pengadilan Tipikor Kendari, Kamis (1/9)

KENDARI, BKK – Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kendari, Riyen SH menuntut mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari, Syam Abdul Jalil Hamrah, lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider enam bulan penjara.
Pembacaan tuntutan itu digelar di persidangan perkara korupsi dana hibah pemilihan Wali Kota Kendari tahun 2012, di Pengadilan Tipikor, Kendari, Kamis (1/9) kemarin.
Selain hukuman badan, Syam yang kini berstatus terdakwa itu juga dibebankan mengganti uang kerugian negara senilai Rp 1,3 miliar paling lama satu bulan setelah berkekuatan hukum tetap. Jika tidak, maka masa penahanannya ditambah lagi satu tahun penjara.
Persidangan tersebut dipimpin majelis hakim yang terdiri atas Mustari SH (ketua) didampingi dua orang anggota, Andri Wahyudi SH dan Mulyono SH. Syam hadir dengan mengenakan baju kemeja berwarna kuning, didampingi penasihat hukumnya, Yustiti SH. keluarga Syam juga ikut menyaksikan jalannya persidangan.
Dalam tuntutan JPU, Syam terbukti secara sah melangar wewenang dan jabatannya sehingga mengakibatkan kerugian negara. Karena itu, dia dijerat dengan UU No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.
“Terdakwa telah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP),” baca Riyen dalam tuntutannya.
Mendengar tuntutan JPU, Syam hanya diam tertunduk. Beberapa kali dia juga terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya.
Usai pembacaan tuntutan, Syam menyatakan akan melakukan pledoi atau pembelaan.
Setelah itu, majelis hakim mengetuk palu untuk menunda persidangan pada Kamis pekan depan. (p5/b/aha)

To Top