Eksekusi Lahan di Jl Abdul Hamid Dinilai Salah Sasaran – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Eksekusi Lahan di Jl Abdul Hamid Dinilai Salah Sasaran

ONO/BERITA KOTA KENDARI JADI TONTONAN. Sejumlah warga menonton eskavator membongkar bangunan yang masuk dalam eksekusi lahan di Jl Kolonel Abdul Hamid, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kamis (1/9) kemarin.

ONO/BERITA KOTA KENDARI
JADI TONTONAN. Sejumlah warga menonton eskavator membongkar bangunan yang masuk dalam eksekusi lahan di Jl Kolonel Abdul Hamid, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kamis (1/9) kemarin.

KENDARI, BKK- Perasaan puluhan warga Jl Abdul Hamid, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia ini dipastikan hancur lebur saat menyaksikan dua unit eskavator beraksi menghancurkan rumah yang telah mereka huni selama puluhan tahun.

Namun mereka tak berdaya dan hanya bisa melihat eksekusi lahan itu dilakukan Pengadilan Negeri Kendari, yang dikawal oleh aparat kepolisian serta Satpol PP. Sebagian perempuan pun menangis histeris.
Abdul Muis (47), salah seorang warga menyatakan bahwa eksekusi lahan tersebut salah sasaran. Sebab dalam surat pemberitahuan, objek eksekusi seluas 16.000 meter per segi di Jl Jambu.
“Sedangkan yang dieksekusi ini di Jl Kolonel Abdul Hamid dengan luas 17.000 meter per segi,” katanya heran.
Karena itu, Muis bersama warga lainnya berencana menempuh jalur hukum untuk melawan putusan eksekusi itu. Apalagi, Muis memiliki sertifikat tanahnya.
Dia menjelaskan, kasus gugatan tanah itu sudah berlangsung sejak 2010 silam. Adapun pihak penggugat adalah Agus Lowajaya. Sementara tergugat adalah Arsyad yang tak lain merupakan pamannya sendiri.
Padahal menurutnya, Arsyad sudah memberikan tanah itu kepada Daeng Sangkala. Sepengetahuan Muis, Daeng Sangkala tak pernah mengalihkan lahan itu kepada orang lain. Muis sendiri merupakan ahli waris Dang Sangkala.
“Lahan ini sekarang milik kami sebagai ahli waris Daeng Sangkala. Bukan lagi om saya (Arsyad). Ini adalah sertifikat ganda, yang tidak sesuai dengan sertifikat asli yang kami miliki,” katanya.
Proses ekskusi tersebut dimulai sejak pagi hingga sore dan berjalan dengan lancar. Sejumlah warga yang menolak rumahnya dibongkar dengan eskavator memilih membongkar sendiri agar bahan-bahannya masih bisa dipakai kembali. (p4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top