Bupati Butur Ikut Economic Leadership for Regional Goverment Leader – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Bupati Butur Ikut Economic Leadership for Regional Goverment Leader

DOKUMENTASI BI UNTUK BERITA KOTA KENDARI PENDIDIKAN TERBATAS. Abu Hasan (tengah baris kedua) foto bersama dengan Sekjend Apkasi Nurdin Abdullah dan Direktur BI Institute, Dr Sugeng.

DOKUMENTASI BI UNTUK BERITA KOTA KENDARI
PENDIDIKAN TERBATAS. Abu Hasan (tengah baris kedua) foto bersama dengan Sekjend Apkasi Nurdin Abdullah dan Direktur BI Institute, Dr Sugeng.

KENDARI, BKK –
Bupati Buton Utara Drs H Abu Hasan M Pd terus berupaya membangun jaringan bagi pengembangan daerah melalui forum dan pendidikan bertaraf nasional.

Kali ini, yang diikuti Abu Hasan adalah program pendidikan peningkatan kapasitas kepemimpinan kepala daerah berorientasi pada peningkatan ekonomi melalui wawasan kebangsaan. Kegiatan yang bertemakan ‘Economic Leadership for Regional Goverment Leader’ berlangsung sejak Rabu (31/8) hingga Jumat (2/9) hari ini, di Kampus Bank Indonesia Institute, Kompleks Bank Indonesia, Jl MH Thamrin Jakarta.
Abu Hasan melalui sambungan telepon dari Jakarta, Kamis (1/9) menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti 29 bupati/walikota yang menjadi perwakilan dari seluruh Indonesia. “Ini memang kelas terbatas diikuti sejumlah kepala daerah dari seluruh Indonesia. Saya kebetulan mewakili Indonesia bagian tengah,” ujar Abu Hasan.
Menurut Abu Hasan, kegiatan tersebut diselenggarakan atas kerjasama Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang dipimpin Bupati Bantaeng, Prof Dr Ir H Nurdin Abdullah M Agr dengan BI Institute. Abu Hasan menguraikan, pada hari pertama, para peserta mengikuti materi framework kebijakan pusat dalam pembangunan ekonomi daerah yang diberikan Prof Hermanto Siregar dari Dr Dian E Rae dari BI Institute.
Selain itu, ada juga materi Transformasi Struktural yang dibawakan Kepala BI Institut Dr Sugeng dan pejabat Kemenko Perekonomian.
Hari kedua untuk sesi pertama, diisi materi bauran kebijakan nasional dengan narasumber Yoga Eefendi dari Dewan Ekonomi Nasional. Sedangkan sesi kedua diisi diskusi dengan mengangkat topik-topik aktual, terutama mengenai kondisi sosial ekonomi Indonesia.
Pada hari ketiga para peserta mengikuti materi ecomic leadership dan economic and spritual leadership dengan narasumber Mahendra Siregar.
Kegiatan ini, lanjutnya, akan menambah wawasan kepala daerah sehingga kepala daerah tidak saja memiliki kompetensi birokrasi dan politik, tetapi juga memiliki wawasan ekonomi untuk menciptakan kemandirian lokal daerah.
“Apalagi saat ini secara nasional dan internasional sedang terjadi krisis ekonomi yang berkepanjangan, sehingga kepala daerah harus pandai-pandai melihat potensi lokal yang bisa menjadi sumber ekonomi daerah,” katanya.
Menurut Abu Hasan, kegiatan ini berkorelasi dengan konsep dan inplementasi kebijakan Pemda Butur melalui RPJMD Butur 2016-2021 untuk menjadikan Butur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sultra. (lex)

Click to comment
To Top