WNA Sering Lari ke Hutan Jika Petugas Imigrasi Datang – Berita Kota Kendari
Headline

WNA Sering Lari ke Hutan Jika Petugas Imigrasi Datang

IST INCAR EMAS BOMBANA. Foto yang dikirimkan warga untuk Berita Kota Kendari ini memperlihatkan seorang WNA bermata sipit tengah mengamati aktivitas pendulangan emas secara tradisional di Kelurahan Talabente, Kecamatan Rumbia Tengah, Bombana beberapa waktu lalu.

IST
INCAR EMAS BOMBANA. Foto yang dikirimkan warga untuk Berita Kota Kendari ini memperlihatkan seorang WNA bermata sipit tengah mengamati aktivitas pendulangan emas secara tradisional di Kelurahan Talabente, Kecamatan Rumbia Tengah, Bombana beberapa waktu lalu.

RUMBIA, BKK- Fenomena aktivitas Warga Negara Asing di sejumlah perusahaan pertambangan di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, terus menjadi perbincangan warga. Banyak pihak yang khawatir mereka masuk ke Pulau Kabaena secara ilegal atau melanggar dokumen keimigrasian.
Kekhawatiran itu muncul karena gelagat sebagian WNA yang mencurigakan. Pasalnya, sejumlah warga pernah menyaksikan ada beberapa WNA yang melarikan diri ke hutan saat tahu ada petugas Imigrasi yang datang.
Kepala Desa Mapila, Kecamatan Kabaena Utara, Sudirman, mengakui pernah mendengar kabar tersebut. “Informasi yang saya peroleh, waktu orang imigrasi datang mencari para warga asing ini, mereka langsung melarikan diri dan bersembunyi di hutan. Di situ mi warga curiga jangan-jangan mereka ini tidak punya dokumen. Karena kalau lengkap, kenapa harus sembunyi,” jelasnya.
Sudirman bahkan pernah langsung mengecek dokumen WNA yang tinggal di desanya. Hasilnya pun cukup mengejutkan.
“Beberapa waktu lalu, saya pernah memeriksa dokumen keimigrasian para WNA ini karena mereka tinggal di wilayah desa saya. Setelah saya periksa, ternyata mereka cuma memiliki izin wisata saja. Bahkan ada yang dokumennya sudah berakhir 6 Agustus kemarin,” bebernya.
Dia berharap pihak yang terkait dengan masalah ini segera turun tangan. Apalagi, jumlah WNA yang beraktivitas di perusahaan-perusahaan tambang sudah banyak. Jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan orang, kalau bukan sudah ratusan.
“Bagusnya kalau diinspeksi mendadak. Ini perlu dijelaskan supaya tidak menimbulkan keresahan masyarakat,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Bau-Bau, Edisong membenarkan pihaknya pernah mendatangi PT SSU di Kabaena Utara. Saat itu, pihak keimigrasian akan mengecek dokumen sejumlah WNA yang disebut-sebut bekerja di sana.
Hanya saja, pihaknya tidak menemukan seorang pun WNA saat itu. Sehingga Edisong juga tidak dapat memastikan, apakah ada pekerja asing di sana atau tidak.
“Pernah memang anggota saya turun ke Kabaena, karena wilayah Kabaena adalah cakupan wilayah kerja kantor imigrasi Baubau. Tapi laporan anggota tidak ada seorang pun WNA yang kami dapatkan di sana,” tandasnya. (cr2/b/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top