Warga Routa Tuntut Bangunan Jalan dan Jembatan – Berita Kota Kendari
Aktualita

Warga Routa Tuntut Bangunan Jalan dan Jembatan

IRMAN/BERITA KOTA KENDARI KE DESA TERPENCIL. Para pendamping penyuluh bersama Kepala BP4K Kabupaten Konawe, M Akbar saat tiba di Kecamatan Routa.

IRMAN/BERITA KOTA KENDARI
KE DESA TERPENCIL. Para pendamping penyuluh bersama Kepala BP4K Kabupaten Konawe, M Akbar saat tiba di Kecamatan Routa.

UNAAHA, BKK – Warga di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe sampai saat ini masih belum menikmati akses jalan yang layak. Persoalan ini ikut berimbas pada kesejahteraan masyarakatnya yang banyak menggantungkan hidup dari penjualan hasil pertanian.
“Kami baru saja ke Routa melakukan pendampingan penyuluhan perkebunan lada. Masyarakat menitipkan pesan ini kepada Pemda untuk membangun infrastruktur di daerah tersebut,” tutur Kepala BP4K Kabupaten Konawe, M Akbar saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Routa, meski terpencil dan berada antara Sulawesi Tengah dan Tenggara, namun daerah tersebut cukup maju dalam sektor perkebunan lada. “Setiap kali panen ada sekitar Rp 3-4 miliar uang petani yang terputar. Namun kendalanya uang tersebut lebih banyak berputar di Sulteng, karena daerah tersebut lebih dekat. Sehingga petani lebih memilih berbelanja untuk kebutuhan hidup di daerah bersangkutan,” jelasnya.
Masyarakat cukup merasakan hasil dari budidaya lada. Sehingga BP4K bekerjasama dengan Dinas Pertanian berinisiatif melakukan pendampingan kepada petani melakukan sosialisasi tentang teknis perkebunan modern, membunuh hama, dan pemupukan. Selama ini sistem perkebunan masih mengandalkan cara sederhana seperti apa yang mereka lihat secara turun temurun.
“Kami membawa 53 penyuluh dari berbagai bidang seperti perikanan, peternakan, perikanan, dan ahli pestisida.  Alhamdulillah sesampainya kita di sana langsung turun ke kebun-kebun petani. Mereka antusias menyimak dan memahami ilmu-ilmu perkebunan yang diajarkan para penyuluh, jadi satu minggu lamanya kita di sana,” jelasnya.
Selain kebun lada, kata Akbar, juga terdapat potensi persawahan. Seluas 300 ha, meski yang sekarang yang baru digarap sekitar 100 ha.  Karena minimnya fasilitas pendukung pertanian, sehingga dalam kunjungan itu Dinas Pertanian Konawe telah memprogramkan untuk mendukung fasilitas sistem pertanian sawah di Routa pada 2017.
Kemudian juga dilakukan pelayanan kesehatan secara massal, termasuk sunatan massal di Kelurahan Routa dan Desa Tirowonua. Masyarakat juga antusias mengikuti penyuluhan kesehatan ini. Apalagi kondisinya sedang ramai karena bertepatan Agustusan tahun ini.
“Kunjungan kami secara terpadu dipimpin masing-masing SKPD.  Beberapa dinas juga tergabung yakni BLH, BPMD, Kehutanan dan Sekretariat (Asisten 1) berkaitan dengan memastikan kesiapan Pilkades serentak,” paparnya. (cr4/c/aha)

To Top