Tiga Paslon Bertarung di Pilwali Kendari, Derik Paling Berpeluang – Berita Kota Kendari
Suksesi

Tiga Paslon Bertarung di Pilwali Kendari, Derik Paling Berpeluang

KENDARI, BKK – Tiga pasangan calon (Paslon) yang akan bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kendari semakin menguat. Bila itu terjadi maka diprediksi akan terjadi pertarungan sengit.

Ketiga paslon tersebut yakni Adriatma Dwi Putra (ADP) – Sulkarnain, Zayat Koemueddin (Derik) – Suri Saharia dan Abdul Rasak – Haris Andi Surahman, masing-masing memiliki dukungan partai dan back up kuat dari para pengambil kebijakan.

Namun, berdasarkan pendapat pengamat politik Kota Kendari Khabirun SSos Msos, bila dilihat dari kekuatan partai, Derik dan pasangannya memiliki keunggulan lebih dibanding paslon lain.

“Derik didukung Partai Hanura, PPP, Demokrat dan PDIP, sedangkan Rasak didukung partai Golkar, Nasdem dan PBB, untuk ADP sendiri didukung partai PAN, PKS dan PKB. Jadi dari tiga paslon ini yang memiliki keunggulan jumlah dukungan partai hanyalah Derik,” terangnya.

Untuk back up pengambil kebijakan, lanjut dia, dengan wilayah tarung Kota Kendari bisa jadi diungguli ADP. Sebab ADP didukung penuh ayahnya yang masih menjabat sebagai Wali Kota Kendari hingga 2017 nanti.

“ADP unggul untuk wilayah tarung Kota Kendari, meskipun Rasak didukung Gubernur Sultra dan Derik didukung Wakil Gubernur Sultra,” jelasnya.

Akan tetapi, dilihat dari basis, antara Rasak dan ADP akan saling berebut, sedangkan Derik bisa jadi melaju dengan sendirinya. Dengan latar belakang suku, Derik memiliki kekuatan muna dan bugis sedangkan ADP dan Rasak memiliki latar belakang suku yang sama.

“Dari semua indikator tersebut maka peluang Derik untuk menang sangatlah besar, tetapi hal ini hanyalah predikisi dari berbagai indikator karena untuk pastinya politik tak bisa ditebak,” pungkasnya.

Samsuddin Rahim selaku Ketua Tim Pemenang ADP ditemui terpisah menuturkan, berdasarkan kajian indikator tersebut Derik memang memiliki peluang. Namun, berdasarkan kajian tim ADP hal itu justru berbeda.

“Kita bisa lihat nanti, Derik dan Rasak itu akan saling memecah suara. Sebab tempat untuk mengambil suara mereka sama, sedangkan ADP tidak seperti itu, karena basis yang ada tetap solid,” ungkapnya.

Semenetara itu, Rasak yang juga ditemui terpisah mengatakan, meski dari indikator-indikator yang ada saat ini dirinya tidak masuk dalam perhitungan untuk bisa menang, tetapi jika belajar dari pemilihan Presiden Republik Indonesia (RI) maka hal itu pasti berbeda.

“Yang mesti diketahui, pemilih dalam pilwali nanti adalah masyarakat dan saat ini yang memiliki elektabilitas tinggi untuk kategori pemilih dimasyarakat masih saya,” klaimnya.(m2/a/nur)

To Top