Rencana Kontinjensi Penanggulangan Bencana Disusun – Berita Kota Kendari
Aktualita

Rencana Kontinjensi Penanggulangan Bencana Disusun

ARMIN/BERITA KOTA KENDARI KEBENCANAAN. Rapat persiapan dan pengumpulan data penyusunan Rencana Kontijensi? penanggulangan bencana di Kolaka yang dilaksanakan BPBD.

ARMIN/BERITA KOTA KENDARI
KEBENCANAAN. Rapat persiapan dan pengumpulan data penyusunan Rencana Kontijensi? penanggulangan bencana di Kolaka yang dilaksanakan BPBD.

KOLAKA, BKK – Agar proses penanggulangan bencana tak berjalan serampangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka mengumpulkan data penyusunan Rencana Kontinjensi (Renkon) penanganan bencana di kabupaten Kolaka. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula Dinas Kesehatan Kolaka,  Rabu (31/8).
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kolaka Bustam mengungkapkan, rapat persiapan dan pengumpulan data penyusunan Renkon ini nantinya ditindaklanjuti dengan workshop ?selama lima hari. Selanjutnya disampaikan kepada Bupati dengan harapan bisa dibuatkan Peraturan Daerah (Perda).
“Renkon ini harus disusun secara profesional, sebab ini terkait penanggulangan bencana. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkesinambungan, termasuk gladi lapangan di Desa Peoho Kecamatan Watubangga,” katanya.
Menurut Bustam, dipilihnya Desa Peoho sebagai tempat gladi lapangan karena di daerah tersebut rawan bencana. Setiap musim hujan di daerah itu pasti terjadi banjir. Adapun tahapan kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga bulan.
Ditegaskannya, sesuai UU ketika terjadi bencana itu bukan hanya kewajiban BPBD, Basarnas, Dinas Sosial, pihak kepolisian dan TNI, tapi semua warga negara termasuk masyarakat. Dengan adanya ?Renkon, ketika terjadi bencana tidak ada lagi yang mengambinghitamkan penyebab bencana, tapi semua bekerja sesuai dengan tupoksinya.
“Ketika terjadi bencana semua punya peran dalam menanggulangi, tidak boleh lagi ada kata-kata mana BPBD, mana SAR, kepolisian dan lain-lain,” kata mantan Kepala SMPN Wundulako ini.
Dodi Rizaldi mewakili kepala BPBD provinsi Sultra mengatakan, penyusunan renkon ini dibuat hingga 6 bulan. Ini terjadi karena harus berkoordinasi dan satu komitmen dari instansi terkait, seperti TNI, kepolisian dan SAR.  “?Harus direncanakan sebelum terjadi bencana, karena itu sebelumnya harus ada kajian resiko,” katanya. (cr3/c/aha)

To Top