Nur Alam Minta Didoakan – Berita Kota Kendari
Headline

Nur Alam Minta Didoakan

Nur Alam

Nur Alam

KENDARI, BKK-
Gubernur Sulawesi Tenggara Dr Nur Alam meminta masyarakat Sulawesi Tenggara untuk mendoakan dirinya. Sebaliknya, dia juga akan mendoakan masyarakat Sultra agar hidup makmur dan dilimpahkan kesejahteraan.

Gubernur Sultra menyampaikan permintaannya itu usai melantik Sitti Saleha sebagai Penjabat Bupati Bombana, di ruang pola Bahteramas, Kantor Gubernur Sultra, Rabu (31/8).
“Sebelum masa jabatan saya berakhir, mari kita saling mendoakan. Segala konsekuensi selama saya menjabat akan saya perpertanggungjawabkan dengan baik,” tutur Nur Alam yang pertama kalinya tampil di depan publik sejak ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pertambangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Pada kesempatan itu, Nur Alam berulang kali menyebut masa jabatannya sebagai Gubernur Sultra bersama Wakil Gubernur Saleh Lasata akan segera berakhir pada 2018. Dia berharap masyarakat Sultra akan mendapatkan pengganti yang lebih baik dari dirinya.
Selama sembilan tahun mengabdi sebagai Gubernur Sultra dan Wakil Gubernur Sultra, dia dan Saleh Lasata sudah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan maksimal. Menurutnya, kualitas kehidupan masyarakat Sultra dari tahun ke tahun selama dia menjabat terus membaik.
Dia juga mengungkapkan telah melahirkan kader-kader pemimpin, baik di lingkungan birokrasi maupun politik, di beberapa daerah di Sultra. “Hal ini merupakan keberhasilan saya dan Saleh Lasata sebagai Kepala daerah di Sulawsi Tenggra, ” tambahnya.
Nur Alam juga secara terbuka mengakui, sebagai manusia biasa, pasti ada yang kurang dari diri dan wakilnya selama menjabat. Karena itu, dia mendoakan agar masyarakat Sultra mendapatkan pemimpin yang mampu membawa Sultra lebih baik lagi dari dirinya.
Dalam pidatonya tersebut, Nur Alam sama sekali tidak menyinggung soal penetapan dirinya sebagai tersangka KPK. Sejumlah wartawan yang hendak mengkonfirmasi tanggapannya tak dilayaninya.
Begitu meninggalkan ruang acara, petugas Satuan Polisi Pamong Praja yang bertugas di Kantor Gubernur Sultra langsung membuat barikade sehingga tak satu pun wartawan yang berhasil mendapatkan pernyataannya, khususnya yang terkait dengan persoalan hukum yang kini menderanya.

Perkembangan Kasus

Dari Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Patmawati Kasim, istri Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Sulawesi Tenggara Burhanudin untuk tersangka Gubernur Sultra Nur Alam.
Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami kasus korupsi izin usaha pertambangan kepada PT Anugrah Harisma Barakah di Kabupaten Buton dan Kabupaten Bombanaa, Sulawesi Tenggara.
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, pemeriksaan ini difokuskan pada beberapa peristiwa dugaan korupsi Nur Alam terkait IUP.
Bahkan, kata dia, KPK juga menelusuri aliran uang dalam kasus ini. “Khususnya berkaitan dengan aliran uang, tetapi detail tidak bisa sampaikan,” kata Priharsa, Rabu (31/8).
Menurut Priharsa, Patmawati dianggap memiliki informasi penting yang bisa digunakan untuk mendalami peran Nur Alam. “Khususnya mengenai aliran uang,” ujarnya.
Soal apakah ada indikasi keterlibatan suami Patmawati, Priharsa mengaku hal itu masih harus terus di dalami lagi. “Apakah ada indikasi keterlibatan Burhanuddin ya nanti akan diperdalam juga oleh penyidik,” kata Arsa.
Sebelumnya, KPK sudah memeriksa sejumlah saksi dari kalangan Pemprov Sultra di Kendari dan Baubau. KPK masih terus melakukan pengembangan.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu perhitungan yang dilakukan para ahli Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), terkait kerugian negara dalam kasus korupsi izin usaha pertambangan yang menjerat Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam.
“Masih dalam perhitungan. Penyidik sedang meminta ahli BPKP untuk melakukan perhitungan,” tambah Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha.
Selain kerugian negara, KPK juga tengah mendalami dugaan keterlibatan perusahaan pertambangan dalam kasus ini. “Baik  itu perusahaan yang diberikan izin maupun perusahaan yang lakukan penambangan,” ujar Priharsa. (p7-jpnn/a/aha)

Click to comment
To Top