Suksesi

Tujuh Balon Kepala Daerah dari Sultra Ikut Sekolah Cakada PDIP

KENDARI, BKK – Bakal calon (Balon) kepala daerah dari tujuh daerah pilkada di Sulawesi Tenggara (Sultra) 2017 mendatang, mengikuti sekolah partai calon kepala daerah (Cakada) yang diselenggarakan DPP PDIP yang dimulai, Senin (29/8) malam hingga Kamis (1/9) besok di Wisma Kinasih Caringin Bogor.

Ketujuh balon yang mengikuti sekolah cakada PDIP tersebut yakni Muh Zayat Kiamoeddin yang merupakan Balon Walikota Kendari, kemudian Balon Bupati Muna Barat LM Rajiun Tumada, Balon Bupati Buton Tengah H Samanhudi, Balon Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat, Balon Bupati Buton H Hamin, Balon Bupati Kolaka Utara Boby Alimuddin dan Balon Bupati Bombana Kasrah.

Wakil Ketua Komunikasi Politik DPD PDIP Sultra Agus Sanaa menjelaskan, tujuh balon kepala daerah tersebut mengikuti sekolah bersama puluhan balon lainnya yang akan diusung PDIP dari seluruh Indonesia.

“Mereka mengikuti sekolah cakada didampingi calon wakilnya masing-masing, kecuali Pak Kasrah yang belum menentukan pasangannya,” kata Agus melalui telepin di Kendari, Selasa (30/8).

Agus menjelaskan, para balon selama sekolah mendapatkan materi pokok diantaranya ideologi partai dan program pembangunan nasional dari pemerintah pusat.

“Karena mereka mau menjadi calon di PDIP maka mereka harus memahami tentang ideologi PDIP. Selain itu mereka harus mengetahui program nasional pemerintah saat ini supaya dalam menyusun visi, misi dan programnya sesuai dengan program pemerintah pusat,” kata Agus.

Dalam sekolah itu juga setiap pasangan calon akan mempresentasekan visi, misi dan programnya, serta melakukan analisis SWOT terhadap pemenangannya dalam pilkada mendatang.

Dalam sekolah tersebut hadir sebagai narasumber para tokoh PDIP termasuk yang sedang duduk di kabinet dan Ketua Umum Megawati Soekarno Putri.

Yang menarik dalam pemanggilan balon dari Kota Kendari justru Muh Zayat Kaimoeddin (Derik) yang dipanggil mengikuti sekolah, padahal sebelumnya yang mendapat surat tugas adalah Ishak Ismail.

Agus menjelaskan, Ishak Ismail (Anak Lorong) pada 10 Agustus telah mendapatkan surat tugas dari DPP PDIP untuk mencari teman partai koalisi karena PDIP. Namun hingga batas waktu surat tugas yakni 24 Agustus Ishak Ismail tidak mampu membawa surat rekomendasi dari partai lain yang ditandatangani DPP.

“Pak Ishak hanya menbawa surat usulan dari Partai Demokrat dan Partai Gerindra yang ditandatangani pengurus DPW. Itukan tidak bisa menjadi pegangan DPP, karena baru surat usulan, dan dalam surat usulan itu ada juga nama calon lain,” ujar Agus yang juga wartawan senior.

Sehingga dalam rapat pengurus DPP PDIP pada 24 Agustus malam, Korwil Sultra kesulitan meyakinkan pengurus DPP untuk memanggil Ishak Ismail mengikuti sekolah cakada.

“Kebetulan dalam rapat itu sudah masuk berkas Pak Derik yang sudah memasukan surat rekomendasi yang ditandatangani DPP Partai Hanura, PPP, dan Partai Demokrat, sehingga DPP PDIP memutuskan yang dipanggil mengikuti sekokah Cakada adalah Muh Zayat Kaimoeddin,” jelasnya.

Ditambahkan, Ishak Ismail baru memasukan surat rekomendasi dari DPP Partai Gerindra nanti sehari setelah rapat DPP yakni pada tanggal 25 Agustus sore.

“Itupun surat rekomendasinya dicantumkan tanggal mundur yakni pada tanggal 20 Agustus padahal sebenarnya ditandatangani pada tanggal 25 Agustus,” pungkas Agus. (lex)

 

To Top