Ratusan WNA Asal Tiongkok dan Rusia Beraktivitas di Kabaena – Berita Kota Kendari
Aktualita

Ratusan WNA Asal Tiongkok dan Rusia Beraktivitas di Kabaena

 

DOKUMENTASI BKK BULE LAGI NGOPI. Dua warga negara asing nampak menikmati minuman ringan di sebuah kafe di Kabaena, Bombana, beberapa waktu lalu.

DOKUMENTASI BKK
BULE LAGI NGOPI. Dua warga negara asing nampak menikmati minuman ringan di sebuah kafe di Kabaena, Bombana, beberapa waktu lalu.

Akhir-akhir ini, Pulau Kabaena, Bombana diramaikan oleh kedatangan ratusan Warga Negara Asing yang kebanyakan dari China dan Rusia. Mereka dikabarkan sering beraktivitas di perusahaan-perusahaan pertambangan nikel.

AHMAD RIDHA
BOMBANA

Ramainya aktivitas warga asing ini berkaitan dengan pelaksanaan proyek pembangunan sejumlah smelter atau instalasi pemurnian nikel. Informasi yang dihimpun Berita Kota Kendari, PT Surya Saga Utama (SSU) merupakan perusahaan yang paling banyak aktivitas warga asingnya.
Meski belum ada angka pasti, berdasarkan keterangan warga setempat, diprediksi jumlah WNA di Kabaena mencapai 200an orang. Kebanyakan adalah WNI asal China. Rata-rata WNA bermata sipit ini terlihat beraktivitas di areal pembangunan smelter milik PT SSU yang terletak di desa Tedubara dan Desa Mapila, Kecamatan Kabaena Utara.
“Ada sekitar 200 an orang, sepertinya itu orang cina yang kerja di PT SSU, mereka bekerja sebagai buruh di sana. Selain itu ada juga beberapa orang barat yang postur tubuhnya tinggi-tinggi,” kata, Adri (39) warga Kabaena.
Dia mengatakan, dirinya tidak mengetahui apakah ratusan WNA tersebut memiliki dokumen resmi atau tidak sebab rata-rata dari mereka tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia.
Dikonfirmasi soal ini, Wakil Ketua DPRD Bombana, Amiaddin SH mengatakan, Pemkab Bombana melalui Disnakertrans perlu mengidentifikasi keberadaan ratusan WNA tersebut.
“Pemerintah di daerah ini harus mendata setiap warga asing yang masuk ke daerah ini. Meski saat ini sudah memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi Asia), namun kita harus tau keberadaan mereka, apakah mereka datang melancong atau apa disini,” ungkap, Amiaddin.
Untuk itu, pemerintah daerah harus bisa memastikan tujuan kedatangan warga asing tersebut agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang valid. Sebab selama ini ada kabar beredar bahwa banyak WNA yang masuk bekerja dengan menggunakan dokumen wisata.
Anggota DPRD Bombana, Ahmad Yani juga sudah mengetahui hal ini. Menurutnya, sejak beberapa bulan terakhir, para WNA tersebut sudah tinggal di Pulau Kabaena.
Kata dia, mereka tersebar di sejumlah perusahaan seperti PT Rohul Energi Indonesia (REI), PT Tonia Mitra Sejahtera, termasuk PT SSU. Dia pun meminta pemerintah daerah agar bisa memastikan keberadaan para WNA itu legal.
“Kabaena itu kan pulau jadi bisa diakses lewat laut. Jadi kalau ada yang mau main, dia bisa saja melakukannya dengan leluasa,” katanya.
“Belum kami ketahui berapa jumlah persis warga asing yang berada di pulau Kabaena sekarang, namun Dinas Tenaga Kerja harus tanggap terkait persoalan ini,” ujar, politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini,
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bombana, Drs Muh Yunus Harisah hingga kini belum memberikan penjelasan mengenai keberadaan warga asing tersebut. (*/aha)

Click to comment
To Top