Kasuistika

Aswad Sulaiman : Saya Diancam Jika Tak Serahkan Uang Kerugian Negara

KENDARI, BKK – Mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman memberikan pernyataan mengejutkan seputar penyerahan uang kerugian negara sebesar Rp 2,3 miliar kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara. Aswad mengaku diancam akan dipenjara oleh sejumlah petinggi Kejati sehingga terpaksa menyerahkan uang tersebut.
Pernyataan itu dibeberkan Aswad dalam sidang lanjutan perkara korupsi pembangunan
Kantor Bupati Konut tahap III, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kendari, Selasa (30/8).
“Saya menyerahkan uang itu karena merasa ditekan bahkan diancam oleh pihak Kejati Sultra, kalau tidak serahkan itu uang, saya akan ditahan,” kata Aswad.
Pernyataan Aswad tersebut keluar saat majelis hakim menanyakan mengapa Aswad menyerahkan uang kerugian negara kepada Kejati Sultra jika merasa yakin tidak melakukan korupsi. Dalam sidang itu, Aswad dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Ahmad Yani.
Ditemui usai sidang, Aswad yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu membeberkan ada tiga orang jaksa di Kejati yang mengancam akan menahannya jika tidak menyerahkan uang kerugian negara. Ketiganya merupakan petinggi Kejati Sultra.
“Sebenarnya saya tidak mau menyerahkan itu uang. Tetapi mereka terus paksa saya dan bahkan saya diancam akan ditahan kalau saya tidak serahkan kepada mereka. Karena saya tak mau ditahan, maka saya serahkan,” ujarnya.
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati Sultra, Janes Mamangkey SH yang dikonfirmasi mengenai pernyataan Aswad Sulaiman mengatakan belum mengetahui hal tersebut. “Saya belum tahu persis kejadiannya,” kata Janes yang dihubungi melalui telepon selularnya.
Janes sendiri merasa sangsi jika Aswad menyerahkan uang kerugian negara karena diintimidasi oleh pejabat Kejati Sultra. “Menurut saya, itu tidak mungkin kalau ada pengancaman untuk menyerahkan sejumlah uang atas penetapan tersangkanya,” katanya sembari meminta agar Berita Kota Kendari datang ke Kejati Sultra hari ini.
“Nanti konfirmasi besok saja ya Mas. karena saya belum tahu secara detailnya kasus ini,” ucap Janes.
Berdasarkan catatan Berita Kota Kendari, Aswad Sulaiman menyerahkan uang tunai sebanyak Rp 2,3 miliar ke Kejati pada Februari lalu. Saat itu, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra, Yunan Harjaka SH MH mengatakan pengembalian uang kerugian negara itu menandakan mantan Bupati Konut tersebut terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
“Jadi tersangka Aswad ini berniat mengembalikan kerugian negara yang kita sangkakan, pada pembangunan Kantor Bupati Konut tahap III, karena yang bersangkutan juga sudah membawa barangnya jadi yah kita terima,” kata Yunan kepada awak media. (p5/b/aha)

To Top