1.415 Maba USN Kolaka Ikuti Pembentukan Insan Akademik – Berita Kota Kendari
Pendidikan

1.415 Maba USN Kolaka Ikuti Pembentukan Insan Akademik

Rektor USN Kolaka Azhari membuka kegiatan Pena yang diikuti ribuan maba. (Foto: Armin/BKK)

Rektor USN Kolaka Azhari membuka kegiatan Pena yang diikuti ribuan maba. (Foto: Armin/BKK)

KOLAKA,BKK- Sebanyak 1.415 mahsiswa baru (Maba) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, mengikuti Pekan Pembentukan Insan Akademik (Pena), Selasa (30/8), di gedung islamic center.
Panitia pelaksana Saleh Sutrisna MA melaporkan, kegiatan Pena itu dilaksanakan selama empat hari dengan materi yang disajikan diantaranya pengenalan kampus, kemudian kode etik dan tata krama yang harus dimiliki mahasiswa, serta pencarian bakat maba itu sendiri.
Kepala Perpustakaan USN Kolaka mengungkapkan, USN Kolaka merupakan belantara ilmu yang harus di cari dengan sebaik-baiknya oleh mahasiswa. Melalui pena , dibangun integritas mahasiswa selaku agen pembaharuan yang memiliki kepribadian dan integritas.
Sementara Rektor USN Kolaka Azhari saat membuka kegiatan pena mengatakan, ‎saat ini merupakan tahun kedua USN melaksanakan Pena sejak berubah status menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dimana tidak boleh lagi ada yang namanya ospek yang bermuara pada kontra fisik, tapi menjadi pengenalan kampus.
Karena itu, maba diminta untuk menghargai seniornya. Jika ini tidak dilakukan sebaiknya tidak perlu masuk ke USN, sebab ketika kuliah yang dirubah adalah perilakunya.
“‎Cita-cita saya tahun 2020, mahasiswa akan bangga kuliah di USN, karena kampus ini akan diakui di Indonesia bahkan Internasional,” harap Azhari.
Azhari juga menyampaikan bagaimana karakter seorang pemimpin, yaitu jujur dan disiplin. Harus jujur dan disiplin pada diri sendiri, serta tidak berkhayal dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan kemampuan.
“Kalau ada yang meminta-minta jabatan jangan diberikan karena yakinlah kalau dia itu munafik. Kalau ingin jadi pejabat dan kaya hendaknya tunjukan kinerja dan otak jangan licik‎. ‎Pecundang itu tidak bisa jadi pemimpin,” tegasnya.
Ditambahkannya, kalau masa lalu masyarakat banyak bersandar pada pejabat, orang kaya dan penegak hukum supaya terhindar dari masalah. Tapi sekarang tidak lagi. Siapapun yang melanggar dan korupsi akan di hukum. (cr3/c/nur)

Click to comment
To Top