Warga Minta Polisi Terus Berjaga – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Warga Minta Polisi Terus Berjaga

KENDARI, BKK –
Masyarakat di sekitar lokasi kematian La Ali (19), mahasiswa Unversitas Halu Oleo, masih khawatir akan kondisi keamanan. Mereka meminta agar polisi terus berjaga-jaga.

Salah seorang mahasiswa UHO, Nunung (20) mengaku setelah kejadian tersebut, dia lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar kosnya yang berada di Jl HEA Mokodompit. Dia cemas akan terjadi serangan balasan dari
kubu korban yang dampaknya bisa meluas.
“Tolong polisi berjaga-jaga terus mi kasian. Supaya kita tidak takut kalau ada tugas kampus dan harus pulang malam,” kata Nunung.
Nunung mengaku sudah trauma dengan beberapa kejadian perkelahian yang masih sering timbul di sekitar wilayah kampus. Dia biasa langsung mengungsi ke rumah keluarganya yang berada di tengah kota.
“Kalau kita ke rumah keluarga lagi, tugas kuliah terganggu lagi. Tidak bisa konsentrasi,” ujarnya.
Kapolres Kendari, AKBP Sigid Haryadi S IK menjamin anggotanya masih disiagakan di lokasi pembunuhan. “Ada yang standby berjaga-jaga. Ada juga yang mobile untuk mengawasi pergerakan yang mencurigakan,” kata Kapolres saat ditemui di Pos Polisi Kambu.
Dari pantauan Berita Kota Kendari, polisi dari Brimob maupun Polres masih nampak bersiaga di beberapa titik, di sekitar kawasan kampus. Mulai dari Pospol Kambu maupun di pertigaan menuju Lepolepo, Baruga.
Meski tidak menyebut berapa kekuatan personil yang diturunkan, Kapolres meyakinkan jumlahnya sudah cukup untuk mengamankan situasi. Dia pun meminta masyarakat agar tidak perlu khawatir dan menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Seperti diketahui, dalam peristiwa ini, satu mahasiswa bernama La Ali (19) tewas setelah kehabisan darah akibat mengalami luka parah di sekujur tubuhnya. Satu lagi pemuda bernama Albayana alias Bayu terpaksa dirawat di RSUD Kota Kendari setelah mendapatkan luka tikaman di bagian pinggang dan kaki kiri.
Sampai saat ini, polisi masih menyelidiki kasus itu. Informasi sementara yang dihimpun Berita Kota Kendari, peristiwa yang terjadi pada Minggu dinihari itu berawal dari percobaan pencurian ayam yang diduga dilakukan oleh korban, lalu merembet pada pertikaian dua kelompok. (p4/b/aha)

Click to comment
To Top