Beranda

Penegakan Hukum yang Baik Minimalisir Kecurangan Pilkada

Hariman Satria saat memaparkan materinya didampingi Jumwal Saleh (tengah) dan moderator (kanan). Foto: (RAJAP/BKK)

Hariman Satria saat memaparkan materinya didampingi Jumwal Saleh (tengah) dan moderator (kanan). Foto: (RAJAP/BKK)

KENDARI, BKK – Kecurangan dalam setiap pelaksanaan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada), menjadi satu hal biasa dan semakin sulit terhindarkan. Hal ini diakibatkan tidak adanya penegakan hukum yang kuat dalam proses demokrasi tersebut.

Dalam upaya penegakan hukum itu sendiri tentu bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab penyelenggara pilkada dalam hal ini panitia pengawas pemilu (Panwaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun perlu keterlibatan semua pihak terkait. Tak terkecuali masyarakat.

Hal itu yang kemudian didorong dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Panwaslu Kota Kendari di Same Hotel, Senin (29/8), dengan tema mewujudkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan pada setiap penyelenggaraan pemilihan wali kota dan wakil walikota (Pilwali dan wawali) Kendari 2017 mendatang, dengan menghadirkan peserta dari sejumlah pihak terkait.

Salah satu pemateri FGD dari kalangan akademisi Hariman Satria mengatakan, penegakan hukum dalam pilkada adalah menyangkut hajat hidup orang banyak. Bila itu tidak dilaksanakan dengan baik maka kecurangan akan terus merajalela yang tentu akan merugikan masyarakat.

“Dalam proses pilkada di Indonesia terus terjadi kecurangan, sehingga dibutuhkan penegakan hukum yang baik agar bisa mewujudkan pilkada yang betul-betul bermanfaat dan bisa dirasakan hasilnya oleh masyarakat,” kata Hariman.

Salah satu jurnalis senior harian Berita Kota Kendari (BKK) Jumwal Saleh yang juga menjadi pemateri dalam FGD tersebut memaparkan, untuk meminimalisir kecurangan dalam pilkada, media pemberitaan yang memiliki fungsi kontrol juga harus terlibat. Namun, ini memerlukan kerja-kerja jurnalis yang aktif di lapangan untuk melihat secara jeli setiap kejadian yang ada dengan mengedepankan independensi.

“Mata seorang jurnalis itu harus tajam. Dia harus bisa melihat semua apa yang terjadi di lapangan kemudian dia melukiskan segala sesuatu apa yang terjadi di dalam suatu peristiwa hingga layak menjadi sebuah berita yang penting diketahui publik,” jelas Jumwal. (p8/c/nur)

To Top