Mahasiswa Desak Polda Usut Tuntas – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Mahasiswa Desak Polda Usut Tuntas

ONO/BERITA KOTA KENDARI BERORASI. Sejumlah mahasiswa saat menyampaikan orasi mengenai kasus pengadaan komputer dan UPS di Dinas Pendidikan Wakatobi yang diduga melanggar hukum.

ONO/BERITA KOTA KENDARI
BERORASI. Sejumlah mahasiswa saat menyampaikan orasi mengenai kasus pengadaan komputer dan UPS di Dinas Pendidikan Wakatobi yang diduga melanggar hukum.

KENDARI, BKK – Sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Konsorsium Mahasiswa Sulawesi Tenggara mendesak Kepolisian Daerah Sultra untuk mengusut dugaan korupsi pada pengadaan komputer dan UPS di Kabupaten Wakatobi.

Desakan tersebut disampaikan kelompok ini saat berunjuk rasa di Mako Polda Sultra, Senin (29/8).

Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menjelaskan bahwa proyek dengan nilai lebih Rp 2 miliar tersebut diadakan pada tahun anggaran 2010 melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Wakatobi. Saat diperiksa, BPKP menemukan adanya ketidaksesuaian dengan kontrak pengadaan.

Pengadaan data pengelola data pada Diknas Kabupaten Wakatobi dilaksanakan oleh PT Timako Group Pratama sesuai kontrak nomor 03KONT/PPK/-APBN-P/DIKNASPORA/X/2010 tanggal 21 Oktober 2010 yang terdiri dari komputer dan UPS masing-masing sebanyak 107 unit. Hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh BPKP menunjukkan pengadaan komputer dengan merek Gateway oleh PT Timako Group Pratama dilakukan pada CV Buana Pratama Jaya, yang mengklaim sebagai salah satu distributor resmi Gateway.

Namun setelah dikonfirmasi langsung pada PT Acer Indonesia, ternyata CV Buana Pratama Jaya bukanlah merupakan distributor resmi Gateway. Selain itu, diduga pengadaan komputer dan UPS ini telah digelembungkan alias dimarkup. Akibatnya, negara pun dirugikan hingga Rp 506 juta.

“Kami meminta kepada Polda Sultra untuk mengusut, memeriksa dan menangkap siapapun yang terlibat dalam kasus tersebut,” kata Alifatah yang menjadi orator.

Usai menyampaikan orasi, Kasubdit III Tipikor AKBP Honesto R Dasinglolo S Sos mengajak mahasiswa untuk berdiskusi. Honesto mengatakan bahwa Polda masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

“Kasus ini kami supervisi dan mudahan-mudahan secepatnya dapat kesimpulan,” ucapnya.
Dia juga menjamin Polda tidak akan menghentikan penyelidikan kasus tersebut. (p4/c/aha)

Click to comment
To Top