Lokasi Penambangan PT AHB Masuk Hutan Lindung – Berita Kota Kendari
Headline

Lokasi Penambangan PT AHB Masuk Hutan Lindung

Ilustrasi

Ilustrasi

KENDARI, BKK- Permasalahan izin PT. Anugrah Harisma Barakah (AHB) sampai saat ini masih menuai kontorversi.

Pasalnya, sejak Nur Alam ditetapkan sebagai tersangka akibat penyalahgunaan wewenang terkait dengan perizinan tambang, kini banyak pihak yang mecoba mengkalrifkasi mengenai keberadaan tambang PT. Anugrah Harisma Barakah (AHB) tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Flanologi Dinas Kehutanana (Dishut) Sultra Sahid mengungkapkan kebenaran PT. AHB Bombana yang letaknya di Pulau Kabaena tersebut memang sebagian kecil masuk wilayah hutan lindung.

“Benar PT. AHB menambang di wilayah dekat hutan lindung tersebut sesuai dengan IUPnya, tetapi itu bukan masalah selama mereka tidak menambang di hutan lindung yang ada di Kabaena, ” ungkapnya ketika ditemui diruangannya Senin, (29/8).

Sahid melanjutkan bahwa penambagan yang dilkukan AHB tersebut tidak dilakukan pada hutan lindung maupun hutan produksi.

“Dalam operasinya PT AHB ini memang sangat dekat dengan kawasan hutan, tapi kami belum pastikan secara pasti hutan lindung atau hutan Produksi, ” tambahnya.

Sejauh ini belum ada informasi pasti yang didapatkan oleh pihak Dishut Sultra mengenai adanya kerusakan hutan lindung yang dilakukan oleh PT AHB ini.

“Jika memang perusahaan tambang tersebut ingin melakukan penambangan dalam hutan lindung, itu bisa saja selama ada izin dari kementrian kehutanan tetapi dengan syarat hutan yang ada tidak dirusak, ” terangnya.

Luas hutan yang dimasuki oleh PT AHB ini sesuai IUPnya, kami juga belum bisa pastikan seberapa besar, tetapi hanya sebagaian kecil.

” Dinas kehutanan Bombana belum memberikan laporannya mengenai adanya aktivitas pertambangan didalam hutan lindung ataupun hutan produksi yang ada di wilayah penambangan PT AHB tersebut, ” tegasnya.

Dari akitivitas yang dilakukan perusahaan tambang PT AHB memang tidak melakukan pengrusakan hutan lindung, tetapi jika memang melakukan pengursakan itu akan diproses langsung oleh Kemenhut, apaka diberhentikan atau dicabut izinnya.

“Aktivitas pertambangan yang dilakukan saat ini oleh perusahaan tambang itu yang kami ketahui hanya pengelolaan diluar hutan lindung, ” paparnya.

Jika untuk memastikan lebih lanjut menurut Sahid harus ada pengecekan dilapangan secara langsung agar tidak ada informasi mengada-ngada atau dikarangerkait keberadaan tambang dan hutan lindung yang di Kabupaten Bomabana tersebut.

“Harus ada pengecekan secara langsung agar tidak ada informasinya tidak simpang siur dan tidak mengada-ngada, ” tutupnya. (p7)

 

To Top