Kirim SPDP untuk Orang Meninggal, Polres Kena Kritik – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Kirim SPDP untuk Orang Meninggal, Polres Kena Kritik

KENDARI, BKK – Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap almarhum Abdul Jalil, tersangka kasus pencurian dan kekerasan, yang dikirimkan Polres Kendari kepada Kejari, memantik kritik pedas dari Universitas Muhammadiyah Kendari.
Dosen Fakultas Hukum UMK, Nasruddin SH MH mengatakan, keluarnya SPDP tersebut menandakan minimnya pengetahuan hukum pidana oknum penyidik Polres Kendari. “Masa orang yang telah meninggal dunia (Almarhum Jalil) masih dikirim juga SPDP-nya di Kejaksaan. Apa yang mau dituntut sementara orangnya telah meninggal dunia,” sindir Nasruddin dalam perbincangan dengan Berita Kota Kendari, Senin (29/8).
Pria yang juga berprofesi sebagai advokat di Kota Kendari ini menganggap penyerahan SPDP untuk orang yang sudah almarhum merupakan kesalahan besar. Dalam Pasal 77 KUHP, katanya, disebutkan bahwa orang yang telah meninggal dunia, maka proses hukumnya akan batal.
Kepala Seksi Pidana Hukum (Kasipidum) Kejari Kendari, La Haja SH membenarkan adanya SPDP dari Polres Kendari untuk almarhum Abdul Jalil. Namun setelah diberikan penjelasan, penyidik Polres kemudian menarik SPDP ditarik.
“Saya kira ini tak usah dibesar-besarkan. Ini hanya misskomunikasi saja antara penyidik kepolisian,” katanya.
Dengan ditariknya SPDP tersebut, maka proses hukum terhadap Jalil yang dijadikan tersangka dalam kasus pencurian dan kekerasan, sudah gugur dengan sendirinya. (p5/c/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top