Ishak Dapat Rekomendasi, Derik yang Diundang ke DPP – Berita Kota Kendari
Suksesi

Ishak Dapat Rekomendasi, Derik yang Diundang ke DPP

CaptureKENDARI, BKK- Posisi Ishak Ismail di PDIP ternyata belum sepenuhnya aman. Bahkan, Ishak bisa saja terancam tidak ikut dalam Pemilihan Wali Kota Kendari.

Sekalipun Ishak Ismail sudah mendapatkan rekomendasi dari pengurus PDIP Sultra maupun Kendari, informasi terakhir menyebutkan DPP PDIP justru telah mengundang Zayat Kaemoedin mengikuti Sekolah Partai Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Undangan ini hanya diberikan kepada kandidat Pilkada yang didukung oleh PDIP.

Surat undangan itu sendiri sudah mulai viral di grup-grup media sosial, baik di Facebook maupun Whatsapp, sejak Senin (29/8) kemarin. Dari foto-foto yang ada, surat berkop DPP PDIP itu teregister dengan nomor 1978/IN/DPP/VIII/2016 dan ditujukan kepada DPC PDIP Kota Kendari.
Dalam surat itu dijelaskan DPP PDIP akan menggelar Sekolah Partai Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang akan dilaksanakan di Kinasih Resort Depok, mulai Selasa (30/8) sampai Sabtu (3/9). DPP menginstruksikan kepada DPC PDIP Kendari untuk mengundang Zayat Kaimuddin untuk menghadiri acara itu sebagai peserta.

Surat itu ditandatangani oleh Ketua DPP PDIP, Komarudin Watubun serta Sekjen Hasto Kristiyanto.
Ketua DPC PDIP Kendari, Alwi Genda mengakui kebenaran surat tersebut. Dia bahkan sudah mengetahui bahwa Zayat Kaimuddin sudah dalam perjalanan ke Jakarta, kemarin.
Namun dia membantah bahwa undangan itu sudah menjadi jaminan PDIP telah mengalihkan dukungannya kepada Zayat yang akrab dengan sebutan Derik itu.”Yang diundang Derik tetapi belum tentu SK PDIP akan diberikan kepada dia,” terangnya.

Alwi yang digadang-gadang sebagai wakil Ishak Ismail ini menegaskan keputusan final baru bisa diketahui setelah DPP PDIP mengeluarkan surat keputusan atau mandat dukungan. Sampai SK itu belum keluar, tak ada yang bisa memastikan ke mana arah dukungan PDIP.
“Kita tinggal menunggu saja, siapapun yang nantinya diberikan mandat itulah yang akan kita dukung,” jelasnya.

Sekretaris DPC PDIP, La Ode Lawama menambahkan, konstalasi politik di partai memang sukar untuk diprediksi. Tetapi apapun keputusan yang diambil DPP, sudah itulah yang benar dan tidak mungkin keliru.

“Kita hanya bisa mengikut atas keputusan DPP dan membantu memenangkan calon yang ditunjuk. Terkait bagaimana DPP menjatuhkan pilihannya, itu tidak mungkin keliru sebab partai sudah memperhitungkan semua,” tambahnya.
Munculnya undangan ini jelas menimbulkan tandatanya besar akan peluang Ishak Ismail dalam Pilwalkot Kendari ini. Sebab jika DPP PDIP menjatuhkan pilihannya ke Derik, Ishak kemungkinan kehilangan kendaraan politik.

Sebelumnya, Ishak sudah berhasil membangun koalisi Gerindra dan PDIP dengan jumlah sepuluh kursi atau lima kursi dari masing-masing partai. Jika DPP PDIP mendukung Derik, maka kursi yang tersisa hanya lima. Tidak memenuhi syarat keikutsertaan di Pilkada yang mengharuskan dukungan 20 persen dari 35 kursi DPRD atau setara dengan tujuh kursi.

Sementara hampir semua partai sudah melabuhkan pilihan kepada tiga kandidat lain, yakni Abdul Rasak, Adwiatma Dwi Putra serta Zayat Kaimoedin.
Hanya PBB yang sejauh ini belum menetapkan pilihannya. Tapi PBB hanya punya satu kursi. Masih belum bisa mencukupi minimal tujuh kursi.

Sebaliknya, Derik akan memiliki kekuatan koalisi yang besar. Jika PDIP dengan 5 kursinya ikut bergabung, kekuatan yang dimilikinya akan mencapai 11 kursi yang merupakan tambahan dari Partai Demokrat (4 kursi), Hanura (2 kursi) dan PPP (1 kursi).
Sayangnya, Ishak Ismail atau yang punya tagline Anak Lorong ini belum memberikan tanggapan. Telepon selulernya yang dihubungi tidak dijawab.

Kata Pengamat

Pengamat politik dari Universitas Halu Oleo, Dr Najib Husen berpendapat, fenomena politik yang terjadi di PDIP menandakan dengan jelas bahwa dinamika di partai-partai masih terjadi. Dengan kata lain, peta perpolitikan untuk Pilwali Kendari belum bisa dipastikan.
Apalagi, jadwal pendaftaran pasangan kandidat di KPUD masih cukup lama. Apapun masih bisa terjadi.
“Saat ini memang ada empat figur yang sangat kuat dan punya potensi yang besar di Pilwali mendatang. Tetapi bagaimana pun, kita belum bisa langsung katakan ‘sudah selesai’ karena dinamika masih terjadi, ” ungkapnya ketika diwawancarai melalui telepon.
Meski demikian, Najib memprediksi sisa dua partai yang akan menentukan arah politik, yakni Gerindra dan PDIP. “Boleh dibilang, posisi Ishak Ismail saat ini tidak aman. Bisa saja nanti hanya tersisa tiga kandidat,” katanya.
Pengamat politik lainnya, Dr Eka Suaib juga memperkirakan kandidat yang akan bertarung hanya tiga pasang. Peluang Ishak sudah menipis menyusul munculnya isyarat dari DPP PDIP yang memberikan dukungannya kepada Derik.
Eka menilai, dinamika politik yang terjadi di Pilwali ini tidak lepas dari intervensi DPP yang kemungkinan tidak sejalan dengan aspirasi dari pengurus wilayah atau kota/kabupaten. Sayangnya, pengurus di tingkat bawah jelas harus tunduk pada keputusan DPP yang merupakan keputusan mutlak.
“DPP terlalu jauh mengintervensi masalah Pilwali dan rekomendasi partai. Ini yang membuat sulitnya membangun koalisi,” tambahnya.
Lebih jauh lagi, persoalan ini bisa saja merembet pada kepentingan partai politik lain yang sudah sejak awal bergabung di koalisinya. Dalam kasus ini, Partai Gerindra.
“Saya khawatir kalau PDIP menjatuhkan pilihan ke Derik, Gerindra akan menjadi ‘partai mati’. Tapi kita lihatlah ke depan seperti apa jadinya,” katanya. (m2-p7/a/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top