BI Sultra Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Turun – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

BI Sultra Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Turun

Dedi Prasetyo

Dedi Prasetyo

KENDARI, BKK – Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Sulawesi Tenggara mengakui pemangkasan transfer Dana Alokasi Umum pada Pemerintah Provinsi Sultra dan tujuh Pemkot/Pemkab yang jumlahnya lebih Rp 503,6 miliar, akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Sultra.

BI bahkan sudah merevisi pertumbuhan ekonomi Sultra lebih rendah dari prediksi sebelumnya. Saat kebijakan pemangkasan transfer
DAU belum diambil, BI memprediksi ekonomi di Sultra akan tumbuh 5,2 sampai 5,6 persen.
“Tapi sekarang kita sudah revisi. Berdasarkan hitung-hitungan kita, pertumbuhan ekonomi di Sultra akan mengalami sedikit penurunan menjadi 4,9 sampai 5,3 persen,” kata Deputi Humas KPw BI Sultra, Dedi Prasetyo kepada Berita Kota Kendari, Senin (29/8).
Turunnya pertumbuhan ekonomi itu tidak lepas dari belanja pemerintah yang selama ini menjadi penggerak utama roda perekonomian. Dengan adanya pemangkasan DAU tersebut, praktis belanja pemerintah menjadi berkurang.
“Itu tentu akan berdampak pada pencapaian target pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Dedi tidak menyangkal bahwa dampak negatif dari pemangkasan DAU ini. Terutama sektor lapangan kerja yang berkurang karena proyek atau program pemerintah yang
ikut berkurang.
Berkurangnya lapangan pekerjaan ini turut berimbas pada angka kemiskinan yang diprediksi akan meningkat. “Tetapi menurut saya jumlahnya tidak terlalu besar,” katanya.
Menurut Dedi, masih ada cara untuk keluar dari masalah ini. Itu jika sektor swasta bisa bergairah. Jika ekonomi swasta tumbuh di tengah lesunya belanja pemerintah, maka itu bisa menutupi kekurangan yang terjadi. Secara langsung akan ikut meningkatkan pula pendapatan masyarakat.
BI sendiri akan lebih banyak mengontrol inflasi. Jika laju inflasi bisa dijaga, maka daya beli masyarakat pun bisa tetap stabil.
Menurut Dedi, angka kemiskinan akan meningkat jika pendapatan tetap, tapi harga sangat tinggi. “Intinya kita tetap ingin agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan hidupnya,” kata dia.
Seperti diketahui, Kementerian Keuangan RI memangkas transfer DAU pada 169 daerah se Indonesia. Di Sulawesi Tenggara, yang kena dampak kebijakan ini adalah Pemprov Sultra, Buton, Buton Tengah, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Baubau dan Muna Barat.
DAU untuk Pemprov Sultra dikurangi 54,3 miliar per bulan atau Rp 217,2 miliar hingga penghujung tahun (empat bulan). Adapun Buton dikurangi Rp 30,8 miliar, Konawe (Rp 49,6 miliar), Baubau (Rp 56 miliar), Konawe Selatan (Rp 48 miliar), Konawe Kepulauan (33,6 miliar), Muna Barat (42,4 miliar) dan Buton Tengah (Rp 26 miliar). Total keseluruhan pemangkasan DAU ini mencapai Rp 503,6 miliar.
Pemangkasan DAU ini belum termasuk dengan pemangkasan Dana Alokasi Khusus serta Dana Bagi Hasil yang juga dikenakan kepada beberapa daerah. Jumlahnya pun diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. (m3/b/aha)

To Top