Lingkar Sultra

Anak Punk Cacing Tanah Konser di Kolaka

Anak-anak Punk yang tergabung dalam komunitas cacing tanah mendapat siraman rohani dari Imam Masjid Agung Kolaka sebelum bermusik. (Foto: Armin/BKK)

Anak-anak Punk yang tergabung dalam komunitas cacing tanah mendapat siraman rohani dari Imam Masjid Agung Kolaka sebelum bermusik. (Foto: Armin/BKK)

KOLAKA, BKK – Anak-anak punk yang merupakan kelompok musik jalanan dan mengatasnamakan cacing tanah dari berbagai daerah di Indonesia menggelar konser di Kabupaten Kolaka.

Suara musik dari anak funk ini terdengar riuh di gedung Bazda Kolaka, Minggu (28/8) malam. Sedikitnya, 400 anak funk yang berasal dari Bone, Toraja, Makassar, Mamuju, Bandung, Kendari dan tuan rumah Kolaka ambil bagian dalam festival ini, serangkaian HUT RI ke-71.

Meski anak jalanan dengan seragam hitam bertuliskan “cacing tanah”, mereka tidak melupakan agamanya. Ini terbukti sebelum dilaksanakan festival, terlebih dahulu dilakukan ceramah agama yang dibawakan Imam Masjid Agung Khaerah Ummah, Ustaz Herman Dondeng.

Fasilitator festival anak funk, Herman mengungkapkan, anak anak funk yang mengatasnamakan cacing tanah sebahagian besar sudah tidak bersekolah. Hal ini disebabkan orang tua mereka tidak bisa lagi membiayainya. Karena itulah perlu diarahkan ke hal-hal positif.

Karena tidak lagi bersekolah, rata-rata mereka mencari nafkah sendiri dengan menjadi ‎pengamen, pedagang asongan, kulih bangunan dan percetakan sablon. Hebatnya, dalam acara ini mereka telah siapkan satu bulan sebelumnya dengan cara patungan.

“‎Mereka itu generasi bangsa. Seharusnya jadi perhatian pemerintah dan itu tidak didapatkan. Karena itulah mereka menamakan dirinya cacing tanah,” kata Herman yang peduli pada anak jalanan. (cr3/c)

To Top