Jaksa Terus Kumpulkan Bukti – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Jaksa Terus Kumpulkan Bukti

KENDARI,BKK – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mengumpulkan bukti-bukti atas dugaan korupsi pengadaan ternak sapi di Dinas Peternakan kabupaten Konawe tahun 2013.

Setelah membentukan tim, penyidik langsung melakukan penyelidikan dengan terjun kelapangan untuk mencari bukti berupa dokumen penting seperti laporan pertanggungjawaban (LPJ) dari tiap-tiap kelompok penerima ternak sapi. Sayangnya pihak Kejati enggan membeberkan apakah kasus tersebut merupakan perbuatan melawan hukum.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati Sultra, Janes Mamankey SH saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, pihaknya telah membentuk tim dan telah kembali dalam melakukan penyelidikan atas kasus ini. Pihaknya telah menemukan data awal dan saat ini pihaknya sedang meneliti data tersebut.

“Yah, kami sedang menyeriusi kasus ini. Tim sudah dibentuk dalam melakukan penyelidikan dalam kasus ini. Datanya juga sedang diteliti, ” kata Janes, Minggu (28/8).

Ia menambahkan, subtansi perkara tersebut untuk sementara tidak boleh diketahui. Alasannya kata dia, perkara ini masih tahap penyelidikan. Menurutnya saat ini yang perlu diketahui hanya proses yang sudah berjalan. Intinya tim sudah melakukan konfirmasi terkait adanya pengadaan sapi ternak dan kandang itu. Bahwa kata dia, memang pengadaan ternaknya ada dan sudah direalisasikan. Tinggal di kumpulkan saja bukti-bukti apa yang kuat soal kebenaran laporan dugaan korupsinya.

“Yang perlu ditahu adalah tim sudah dibentuk. Subtansinya jangan diketahui yah, karena ini masih proses penyelidikan,” tambah Janes.

Menurut Janes, berdasarkan laporan yang ada, pengadaan ternak dianggap tak jelas peruntukannya dan mengarah pada penerima fiktif. Beberapa masyarakat yang seharusnya mesti mendapatkan sapi ternak, malah tidak diberikan.

“Malahan realisasi ternak sapi sebanyak 10 ekor yang terdiri sembilan ekor betina dan satu ekor jantan yang spesifikasinya berumur minimal 18 bulan, tidak diterima spenuhnya oleh kelompok yang berhak menerimanya,” tandasnya.

Lanjutnya, hingga kini pihaknya belum berani menjelaskan secara detail mengenai arah kasus tersebut. Alasannya, kasus ini belum diketahui modus penyimpangannya.

“Yang pasti kami sudah tindak lanjuti kasus ini. Kalau memang ditemukan bukti-bukti pasti kami akan langsung lakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang ikut terlibat di dalamnya,” tegasnya.

Diketahui, anggara yang digelontorkan pada pengadaan ternak sapi itu adalah sebesar Rp 200 juta, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Konawe 2013.

Kasus ini diduga adanya ketidaksesuaian anggaran tiap-tiap kelompok penerima ternak sapi yang diberikan oleh camat setempat. Bahkan diduga penyaluran ternak sapi tersebut fiktif. (p5)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top