Duel Maut di Depan Kampus, Satu Mahasiswa UHO Tewas – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Duel Maut di Depan Kampus, Satu Mahasiswa UHO Tewas

ONO/BERITA KOTA KENDARI MASIH DIRAWAT. Albayana lias Bayu masih dirawat di RSUD Kota Kendari, setelah terlibat perkelahian di depan Kampus UHO, Minggu (28/8) dinihari.

ONO/BERITA KOTA KENDARI
MASIH DIRAWAT. Albayana lias Bayu masih dirawat di RSUD Kota Kendari, setelah terlibat perkelahian di depan Kampus UHO, Minggu (28/8) dinihari.

KENDARI, BKK – Duel mematikan terjadi depan Kampus Universitas Halu Oleo. Sedikitnya satu mahasiswa UHO bernama La Ali (19) tewas dan satu pemuda lainnya terluka.
Informasi yang dihimpun Berita Kota Kendari di tempat kejadian perkara menyebutkan, duel maut ini bermula saat Mukhtar (32) mendengar suara yang mencurigakan di pekarangan rumahnya, di Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Minggu (28/8) dinihari sekitar pukul 02.45 Wita.
Khawatir ada pencuri yang berusaha masuk ke rumahnya, Mukhtar pun membawa parang. Dia kemudian mengikuti sumber suara yang ternyata berasal dari kandang ayam milik ayahnya, H Yukas. Di situlah dia mendapati dua orang pemuda yang dicurigai akan mencuri ayam miliknya.
Dua pemuda ini, yakni Albayana alias Bayu (22) serta satu pemuda yang belum diketahui identitasnya,
pun kaget. Satu diantaranya langsung melarikan diri. Sementara Bayu berhasil dikalahkan oleh Muchtar.
Kejadian ini kemudian memicu ketegangan yang lebih tinggi, karena rekan Bayu yang tadi melarikan diri, ternyata meminta pertolongan kepada rekan-rekannya yang lain di Lorong Mata Air. Namun yang tak mereka sangka, Muchtar dan kerabatnya sudah berkumpul setelah mendengar ada kejadian percobaan pencurian.
Diduga dalam pengaruh minuman keras, seorang pemuda bernama La Ali nekat menerobos rumah Muchtar untuk mencari rekannya, Bayu. Padahal Bayu sendiri sudah dilarikan ke RS setelah kena sabetan benda tajam di kakinya.
Kenekatan La Ali pun berbuah petaka. Kedatangannya disambut pula dengan kerabat Muchtar yang sudah mempersiapkan diri dengan senjata tajam. Dalam pertarungan tidak seimbang itu, La Ali tersungkur bersimbah darah. Dia mengalami luka menganga di bagian kepala, leher dan tikaman di bagian pinggang.
Berita Kota Kendari yang mengunjungi TKP, Minggu kemarin, masih menemukan ceceran darah di sekitar rumah H Yukas hingga sekitar 60 meter ke arah selatan.
Kapolres Kendari, AKBP Sigid Haryadi mengatakan, La Ali tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Keguruan dan Pendidikan, UHO angkatan 2015. Dia tewas saat dalam perjalanan ke rumah sakit karena luka yang sangat fatal. Jenazah La Ali langsung dipulangkan pada hari itu juga ke kampung halamannya, di Desa Sidamangura, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat melalui jalur darat penyebrangan Ferry Torobulu – Tampo.
Sementara Bayu saat ini dirawat di Ruang Anggrek, RS Kota Kendari karena mengalami luka sabetan di kaki kiri, luka robek di pinggang bagian belakang dan lebam-lebam di bagian wajah. Kondisinya, menurut kerabat yang ditemui BKK, masih memprihatinkan.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Lima saksi masih kita periksa untuk mengungkap motif dari kejadian ini,” katanya.
Ketua Komisi I DPRD Kota Kendari, La Ode Ali Akbar menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Dia menghimbau warga agar tidak terprovokasi lantaran itu merupakan kriminal murni.
“Kasus itu merupakan tindak pidana murni sehingga jangan lagi ada yang memelintirnya untuk memicu konflik baru,” terang Ali Akbar melalui selulernya, Minggu (28/8).
Pemilik sapaan Iwan Kambara ini juga berharap, persoalan terjadi di kampus hari ini tidak sampai diseret ke ranah politik. Sebab bisa saja ada oknum yang memanfaatkan kasus ini untuk kepentingan politiknya.
“Saya juga berharap, hal ini tidak digiring kearah politik, mengingat momentum pemilihan rektor dan pemilihan wali Kota Kendari sebentar lagi akan berlangsung, sehingga mengacaukan pesta demokrasi yang ada,” jelasnya.
Politikus Gerindra ini juga menegaskan, untuk mengantisipasi konflik lanjutan dari keluarga korban, aparat kepolisian diharapkan bisa menjaga di lokasi kejadian. Jangan sampai ada gerakan tambahan yang membawa masalah ini ke level lebih kacau lagi.
“Kami menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada pihak yang berwajib untuk ditangani seprofesional mungkin, sehingga tidak mengarah kepada hal-hal di luar keinginan kita,” pungkasnya. (p4-m2/b/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top