Kasuistika

Persoalkan Limbah, Mahasiswa Ancam Segel Hotel SwissBel

RUDY/BERITA KOTA KENDARI Pengunjuk rasa dari MPH Sultra berhadapan dengan pihak sekuriti Swiss Bel Hotel Kendari, saat melakukan aksi, Jumat (26/8) kemarin.

RUDY/BERITA KOTA KENDARI
Pengunjuk rasa dari MPH Sultra berhadapan dengan pihak sekuriti Swiss Bel Hotel Kendari, saat melakukan aksi, Jumat (26/8) kemarin.

KENDARI, BKK- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pemerhati Hukum (MPH) Sultra melakukan aksi unjuk rasa di depan Swiss Bell Hotel (SBH) Kendari, Jumat (26/8).

MPH Sultra meminta agar salah satu hotel terbesar di Kota Kendari itu ditutup karena Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) diduga mencemari lingkungan hidup.
Saat melakukan aksi unjuk rasa, puluhan mahasiswa tersebut nyaris ribut dengan petugas sekuriti hotel. Beruntung ketegangan tersebut berhasil diredam anggota kepolisian.
Koordinator Lapangan (Korlap), Azrul Lawa dalam orasinya menyatakan permasalahan IPAL pada hotel itu telah terjadi sejak Juli lalu. Tetapi sampai sekarang belum juga dituntaskan.
“SBH (SwissBel Hotel) telah melanggar Undang-undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup. Di mana dalam UU tersebut menekankan agar limbah yang dikeluarkan harus memperhatikan lingkungan,” jelas Azrul dalam orasinya.
Dalam aksinya, MPH Sultra mendesak untuk bertemu dengan direksi SBH. Namun tak berhasil. Mereka pun mengancam akan menyegel hotel itu jika tidak diberi kesempatan untuk bertatap muka dengan pimpinan hotel yang terletak di dekat Teluk Kendari itu.

“Kita akan kembali melakukan aksi besar-besaran dan menyegel SBH,” ancamnya lalu membubarkan diri.
Asisten Manager SBH, Rosmita membantah pihaknya membiarkan limbah hotel keluar karena kesengajaan. Dia menegaskan instalasi pengolahan limbahnya saat ini sedang bermasalah dan dalam proses perbaikan.
“Salah satu komponen barang untuk pengerjaan IPAL tersebut masih dalam perjalanan menuju Kendari. Sudah dipesan barangnya, tinggal tunggu datang di Kendari saja,” jelasnya.
Saat ditanya apakah benar limbah dari hotel berkategori limbah berbahaya dan beracun (BBB), Rosmita mengaku tidak mengetahuinya secara pasti. Namun dia mengaku pihak SBH telah menerima teguran dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Kendari.
“Saat ini kami sedang berusaha semaksimal mungkin. BLH memberi kami waktu sampai akhir bulan September untuk proses perbaikan IPAL,” tuturnya.
Terpisah, Kepala BLH Kota Kendari, Rosnani mengungkapkan sejauh ini pihaknya sudah meninjau dan melakukan pemeriksaan IPAL SBH. Dari hasil peninjauan, ia membenarkan instalasi milik hotel itu memang mengalami kerusakan.
“Kami sudah kros cek, memang ada alatnya yang rusak. Untuk itu, kami beri waktu sebulan sampai akhir September untuk SBH memperbaiki IPALnya,” pungkasnya. (p5/b/aha)

To Top