Penundaan DAU ke Mubar Tak Berdampak – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Penundaan DAU ke Mubar Tak Berdampak

LAWORO, BKK – Meskipun Kementerian Keuangan RI telah mengeluarkan kebijakan memangkas Dana Alokasi Umum (DAU) bagi 14 kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Muna Barat, namun kebijakan Kemenkeu itu rupanya tidak berdampak apa pun terhadap roda pemerintahan di kabupaten yang baru mekar dua tahun itu.

Hal ini diungkapkan langsung Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Muna Barat, Zakaruddin SE MSi. Mubar, kata dia, masih memiliki saldo DAU tahun 2016 sekitar Rp 200 miliar. Saldo itu belum terpakai secara maksimal karena Mubar dalam menjalankan roda pemerintahannya menggunakan Peraturan Kepala Daerah (Perkada), hingga pagu anggaran yang mereka gunakan berpatokan pada APBD tahun lalu.

Faktor lainnya karena proyek proyek di Mubar belum jalan. “Tidak ada pengaruhnya kebijakan Kemenkeu menunda pemberian DAU pada Pemkab Mubar terhadap program pembangunan di Mubar. Kita masih punya saldo DAU sekitar Rp 200 M. Saldo ini belum terpakai maksimal di Mubar karena dalam menjalankan kebijakan anggaran, kita menggunakan Perkada. Jadi patokan pagu anggaran kita, mengacu pada pagu anggaran tahun lalu. Kemudian proyek di Mubar belum jalan. Sekitar Oktober 2016 baru banyak permintaan pencairan karena proyek sudah mulai jalan,” kata Kadis DPPKAD Mubar ini, Jumat (26/8). Menurutnya, meskipun Kemenkeu nantinya mengeluarkan kebijakan memangkas DAU bagi Mubar, tetap tidak ada pengaruh apa pun bagi jalannya pemerintahan di Mubar. “Kebijakan Kemenkeu itukan bersifat penundaan, nanti setelah 4 bulan DAU tersebut akan diberikan pada Kabupaten Mubar jika keuangan pemerintah pusat memungkinkan. Bagi Mubar kalaupun Kemenkeu nantinya memotong DAU untuk Mubar, tetap tidak berdampak apa-apa terhadap roda pemerintahan,” jelasnya.

Dia menambahkan, terkait besaran DAU yang ditunda pemberiannya dari pemerintah pusat ke Mubar jumlahnya sekitar Rp 10 M per bulan. Penundaan DAU ke Mubar itu dilakukan selama 4 bulan”. Jadi kalau ditotalkan sekitar Rp 40 M DAU yang ditunda pemberiannya ke Mubar tahun ini,” kata alumnus pascasarjana Universitas Gadjah Mada ini. (cr1/d)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top